SUARARADARCAKRABUANA.COM — Pada rabu sianga terjadi Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah perairan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 12;12 WIB.
Diambil berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 7.25° Lintang Selatan dan 106.60° Bujur Timur, dengan kedalaman 42 kilometer.
Episentrum gempa terletak sekitar 40 kilometer barat daya Kecamatan Palabuhanratu, salah satu wilayah pesisir selatan Sukabumi yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/puluhan-hektare-sawah-dan-rumah-di-sukabumi-terendam-banjir/
Meski kekuatan gempa cukup signifikan, getaran tidak dirasakan oleh masyarakat sekitar dan tidak menimbulkan kepanikan.
Menurut analisis BMKG, kedalaman hiposenter yang mencapai 42 km merupakan salah satu alasan utama mengapa gempa ini tidak dirasakan di permukaan.
Gempa bumi dengan kedalaman menengah seperti ini umumnya memiliki penyebaran gelombang yang lebih luas, namun intensitasnya melemah sebelum mencapai daratan.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/suara-radar-cakrabuana-membuka-peluang-berkarya/
Gempa berkedalaman menengah biasanya tidak menyebabkan kerusakan, dan jika energinya tidak cukup besar, maka getarannya pun nyaris tak terasa.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena tidak cukup dangkal dan tidak memicu pergeseran dasar laut secara vertikal dalam skala besar.
Beberapa desa terdekat dari pusat gempa antara lain Desa Cikakak dan Desa Cisolok, dua wilayah yang berada di pesisir barat daya Kabupaten Sukabumi.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/akibat-gempa-bogor-merusak-35-rumah-warga/
Namun hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan kerusakan bangunan, korban jiwa, atau gangguan layanan publik di wilayah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga dianjurkan mengunduh aplikasi BMKG Mobile untuk mendapatkan pembaruan gempa secara real-time.
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH




