Prabowo Tegaskan Ibadah Haji Jangan Dinodai Praktik Manipulatif

JAKARTA, Suararadarcakrabuana.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada seluruh jemaah dan penyelenggara ibadah haji, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara pembukaan Manasik Haji Nasional 1446 Hijriah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Prabowo berharap, penyelenggaraan haji tahun ini bisa berjalan sesuai syariat, efisien, aman, nyaman, bersih dari rente, korupsi, serta bebas pungutan liar (pungli).

Baca juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/dewan-pengawas-bpjs-kesehatan-sambangi-rsmh/

“Presiden menegaskan, jangan sampai ibadah haji dinodai oleh praktik manipulatif apa pun. Kami mendukung penuh sikap tegas Menteri Agama dalam menjaga integritas penyelenggara,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Sabtu.

Dahnil juga meminta para jemaah mempersiapkan diri secara optimal menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin demi menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Selain itu, Dahnil juga menyoroti peran Badan Penyelenggara (BP) Haji dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Katanya, BP Haji melakukan dukungan dan pengawasan, sebagai bekal untuk melaksanakan haji pada masa mendatang.

“Tahun ini kami masih belajar banyak dari Kementerian Agama. Namun, mulai tahun 2026, penyelenggaraan haji akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab BP Haji,” tutur dia.

Dahnil pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah mendampingi pendirian BP Haji, baik dari pusat hingga ke daerah.

Menurutnya, ini merupakan landasan penting menuju penyelenggaraan haji yang lebih baik dan profesional.

“Harapan kami, penyelenggaraan haji oleh BP Haji ke depan harus lebih unggul, lebih amanah, dan lebih berpihak kepada kepentingan jemaah. Penyelenggaraan tahun ini adalah langkah awal, dan semoga menjadi standar terbaik bagi masa depan,” imbuh dia.

Baca juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/polemik-ijazah-palsu-jokowi-masih-bergulir/

Dahnil juga menyampaikan, penyelenggaraan haji harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan efek ganda (multiplier effect) yang nyata.

“Presiden menyebut, saya dan Gus Irfan (Mochamad Irfan Yusuf, Kepala BP Haji) harus jadi simbol kebangkitan haji Indonesia, yang berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Dahnil menambahkan, ibadah haji harus melahirkan pribadi dan masyarakat yang lebih beradab, cinta tanah air, dan menjaga ukhuwah islamiyah, insaniyah, serta wathaniyah.

“Kita berharap muncul para haji yang membawa semangat kebangsaan, sebagaimana yang pernah dilakukan para tokoh bangsa seperti HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.

Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!