Bencana hidrologi Di Jabar, DPRD Minta BPBD–Dinsos siaga

BANDUNG.Suararadarcakrabuana.com – Frekuensi bencana hidrologi di Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Merespons kondisi tersebut, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., meminta BPBD dan Dinas Sosial Jabar bersiaga penuh menghadapi ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Permintaan tegas itu disampaikan dalam rapat kerja Komisi V DPRD Jabar bersama BPBD dan Dinsos Jabar, yang digelar di ruang rapat Komisi V DPRD Jabar,  (14/12/2025).

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, bencana hidrologi telah melanda sedikitnya enam kabupaten, yakni Sukabumi, Bandung, Cianjur, Subang, Bandung Barat, dan Purwakarta. Jenis bencana yang mendominasi adalah banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tegaskan-buat-pembangunan-di-jabar-berbasis-ekologi/

Dalam sepekan pertama Desember saja, dampaknya sudah sangat terasa.

“Tercatat 3.832 jiwa terdampak, bahkan 87 warga terpaksa mengungsi,” ungkap Yomanius Untung.

Tak hanya manusia, kerusakan infrastruktur dan lahan juga cukup masif. Data menunjukkan:

3.097 bangunan terdampak

12 rumah rusak berat

45 rumah rusak sedang

42 rumah rusak ringan

1 rumah ibadah terdampak

5 fasilitas pendidikan rusak

53 hektare lahan persawahan terdampak

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-intruksikan-warga-jabar-siaga-untuk-titik-rawan-bencana/

Legislator Partai Golkar dari Dapil Sumedang–Majalengka–Subang itu menegaskan bahwa kesiapsiagaan aparat adalah keharusan mutlak, mengingat potensi bencana masih tinggi.

Ia menyebut, stok logistik dan buffer stock saat ini masih mencukupi, namun pemerintah daerah juga harus siap menghadapi skenario terburuk.

“Jika terjadi force majeure atau bencana besar yang tidak terprediksi, anggaran masih bisa dioptimalkan dari pos Belanja Tak Terduga,” jelasnya.

Mengacu pada prediksi BMKG dan siklus cuaca, curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari. Karena itu, Yomanius Untung meminta seluruh perangkat daerah menyusun rencana kerja jangka menengah hingga panjang, bukan hanya reaksi sesaat.

“Aparat harus siap bukan hanya hari ini, tapi berbulan-bulan ke depan. Risiko bencana masih tinggi,” tegasnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/wagub-jabar-minta-warga-jangan-terprovokasi-video-sara/

Sebagai mitra eksekutif, DPRD Jawa Barat memastikan tidak tinggal diam. Komisi V, kata Untung, siap membersamai pemerintah daerah, baik melalui dukungan kebijakan, penguatan anggaran, maupun turun langsung ke lokasi bencana.

“Kami di Dewan akan terus mengawal. Mudah-mudahan Jawa Barat bisa melewati musim hujan ini dengan kesiapsiagaan maksimal agar dampak bagi warga bisa ditekan seminimal mungkin,” tutup Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat tersebut.

Wonk Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!