Cirebon. Suararadarcakrabuana.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Deddy Rohayadi, turun langsung menyerap aspirasi warga di Kabupaten Cirebon pada Kamis, 30 Januari.
Kegiatan ini berfokus pada persoalan pertanian dan akses Layanan dasar yang dihadapi masyarakat setempat. Penyerapan aspirasi ini dilakukan di Desa Jatianom, dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi berbagai keluhan serta permasalahan mendesak di wilayah tersebut.
Daddy Rohanady menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang diterima dari masyarakat. Seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan melalui pembahasan di tingkat provinsi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan mereka segera teratasi.
Desa Jatianom, dengan lahan sawah sekitar 700 hektare, menghadapi kendala serius dalam pengairan. Sebagian besar area tersebut belum terlayani irigasi teknis secara optimal, karena posisi lahan yang lebih tinggi dari saluran irigasi, yang menyebabkan kesulitan pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Warga setempat mengusulkan pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) sebagai solusi permanen, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sistem pompanisasi yang kurang efisien.
Selain masalah irigasi, petani juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan benih padi yang disesuaikan dengan kondisi lahan spesifik mereka. Ketepatan waktu distribusi benih juga menjadi perhatian utama, agar kualitas benih tetap terjaga dan mendukung hasil panen yang maksimal.
Persoalan lain yang menghambat produktivitas pertanian adalah belum tersedianya jalan usaha tani (JUT) yang layak. Kondisi jalan yang buruk ini secara signifikan menghambat mobilitas petani saat mengolah lahan dan mengangkut hasil panen, menimbulkan kerugian waktu dan biaya.
Perbaikan jaringan irigasi teknis dan pembangunan infrastruktur pendukung ini diharapkan dapat menstabilkan pertumbuhan tanaman padi dan secara signifikan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/resmi-umk-cirebon-2026-naik-dasar-dan-perhitungannya/
Di sektor infrastruktur desa, warga mengeluhkan kerusakan parah pada jalan poros desa sepanjang sekitar tiga kilometer. Jalan yang dipenuhi lubang dalam ini tidak hanya menyulitkan akses tetapi juga membahayakan pengguna jalan, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kerusakan jalan tersebut dinilai berdampak langsung pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga. Aksesibilitas yang buruk secara signifikan menghambat roda perekonomian desa, memperlambat pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Aspirasi di bidang lingkungan turut disampaikan, dengan penekanan pada kebutuhan alat angkut sampah atau incinerator mini. Fasilitas ini diharapkan dapat menekan volume limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), mendukung upaya pengelolaan sampah yang lebih baik.
Warga menilai bahwa pengelolaan sampah di tingkat desa perlu diperkuat secara signifikan. Hal ini menjadi krusial mengingat Cirebon dan sekitarnya saat ini belum memiliki Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional yang memadai untuk menampung seluruh limbah.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/cara-balik-nama-motor-pajak-mati-lengkap-dengan-syaratnya/
Dalam bidang layanan kesehatan, salah satu aspirasi mendesak dari warga adalah reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah dinonaktifkan. Penonaktifan ini secara langsung menghambat akses mereka terhadap layanan medis yang sangat krusial dan dibutuhkan.
Daddy Rohanady memastikan bahwa seluruh aspirasi yang telah terkumpul akan diperjuangkan dengan serius. Proses ini akan melibatkan pembahasan intensif di tingkat provinsi serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti dan menemukan solusi.
Desa Jatianom, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten maupun provinsi diharapkan dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Wonk Alit




