Majalengka. Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai mendorong transformasi besar terhadap wajah pasar tradisional. Tidak lagi identik dengan kesan kumuh, becek, dan semrawut, pasar rakyat di Majalengka ditargetkan menjadi kawasan ekonomi yang lebih bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, usai melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kabupaten Banyumas. Kunjungan itu terkait pengelolaan pasar tradisional dan sistem tata kelola sampah modern.
Menurut Eman Suherman, pasar tradisional memiliki peran penting. Peranannya sebagai denyut ekonomi masyarakat kecil sekaligus wajah daerah yang harus dijaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya.
“Pasar tradisional harus berubah menjadi tempat yang bersih, sehat, rapih dan tertata. Masyarakat ingin datang ke pasar dengan nyaman, pedagang pun bisa berjualan dengan aman dan tertib,” ujar Bupati Eman, (15/5?2026)
Ia menilai konsep pengelolaan pasar yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Majalengka. Inovasinya terutama dalam hal penataan pedagang, pengelolaan sampah, sanitasi, drainase, hingga pengembangan kawasan kuliner yang terintegrasi.
Bupati menegaskan, modernisasi pasar tradisional tidak boleh menghilangkan karakter kerakyatan yang selama ini menjadi kekuatan utama pasar rakyat. “Pasar rakyat harus tetap menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil, tetapi tata kelolanya harus terus ditingkatkan. Kebersihan, keamanan dan kenyamanan menjadi kebutuhan utama,” katanya
Selain fokus pada penataan fisik, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi. Hal ini penting agar lingkungan pasar tetap sehat dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Eman menilai sampah pasar seharusnya tidak hanya dipandang sebagai limbah. Sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pengukuhan-pengurus-ppi-kota-cirebon-2025-2030/
“Sampah jangan lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi harus bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Kita ingin pasar di Majalengka bersih dan bebas dari tumpukan sampah,” ucapnya.
Menurutnya, harapan masyarakat terhadap pasar tradisional saat ini semakin tinggi. Warga menginginkan pasar yang bebas bau, tidak becek, tertib lalu lintas, memiliki area parkir memadai, serta fasilitas umum yang layak.
“Masyarakat ingin pasar yang nyaman untuk keluarga, aman bagi pengunjung, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya menuturkan.
Rencana pembenahan pasar tradisional itu mendapat respons positif dari masyarakat. Siti Nurhayati, warga Kecamatan Kadipaten, mengaku mendukung langkah pemerintah daerah karena kondisi pasar yang bersih dan tertata akan membuat masyarakat lebih nyaman saat berbelanja.
“Kalau pasar bersih dan rapih tentu masyarakat senang datang ke pasar. Selama ini kadang persoalannya becek, sampah menumpuk dan parkir semrawut. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih nyaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Asep Rahmat, warga Kecamatan Jatiwangi. Ia berharap penataan pasar tidak hanya menyentuh bangunan fisik, tetapi juga pengelolaan kebersihan serta ketertiban pedagang.
Sementara itu, para pedagang juga menyambut baik rencana tersebut. Rohimah, pedagang sembako di Pasar Kadipaten, menilai pasar yang bersih dan tertata akan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.
“Pedagang pasti senang kalau pasar dibenahi. Pembeli juga lebih nyaman kalau jalannya bersih, tidak becek dan parkirnya tertata,” katanya.
Pernyataan serupa disampaikan Dedi Supriadi, pedagang sayuran, yang berharap pemerintah memperhatikan fasilitas pendukung seperti drainase, penerangan, dan pengelolaan sampah.
Sementara pedagang kuliner malam, Yayah, berharap hadirnya kawasan kuliner yang lebih tertata dan terintegrasi agar pedagang kaki lima memiliki ruang usaha yang lebih layak.
Pemkab Majalengka memastikan pembenahan pasar tradisional akan dilakukan secara bertahap melalui dinas terkait. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pasar rakyat yang lebih sehat, modern, dan berdaya saing tanpa meninggalkan identitas ekonomi kerakyatan yang menjadi kekuatan utama masyarakat Majalengka.
Wonk Alit/SRC




