Majalengka. Suararadarcakrabuana.com – Upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelatih Pramuka terus dilakukan di wilayah Ciayumajakuning. Sebanyak 154 pelatih Pramuka dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan mengikuti kegiatan Pitaran Pelatih yang digelar di kawasan wisata Objek Wisata Cibuyut, Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pitaran Pelatih berlangsung selama dua hari, mulai 16 hingga 17 Mei 2026. Kegiatan itu menjadi forum penyegaran sekaligus penguatan kapasitas pelatih Pramuka agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda saat ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Syarif Muyohibin, mengatakan Pitaran Pelatih digelar sebagai langkah peningkatan mutu kualitas pelatih serta menyamakan persepsi pembinaan di wilayah Ciayumajakuning. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan program Kwartir Daerah Jawa Barat dalam mendorong lahirnya pelatih Pramuka yang profesional, adaptif, dan berkualitas.
“Pitaran Pelatih ini menjadi upaya penyegaran dan peningkatan mutu kualitas pelatih se-Ciayumajakuning,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan selaras dengan perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi empat Pusdiklatcab di wilayah Ciayumajakuning. Pitaran Pelatih juga mendapat dukungan para pelatih, Mabicab Gerakan Pramuka, hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.
Sementara itu, Sekretaris Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Uju Gustawan, mengungkapkan perkembangan jumlah pelatih Pramuka tersertifikasi di Kabupaten Majalengka. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kebijakan Ketua Kwarcab yang mewajibkan guru PPPK dan ASN mengikuti pelatihan kepramukaan mulai menunjukan dampak positif. Pelatihan tersebut meliputi Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) dalam pembinaan peserta didik di sekolah.
“Manfaatnya sangat terasa di setiap gugus depan, salah satunya terlihat dari meningkatnya jumlah Pramuka Garuda,” katanya. Selain peningkatan kualitas pembinaan, Gerakan Pramuka Majalengka juga didorong aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk program rumah tidak layak huni (rutilahu) bekerja sama dengan Baznas.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/bupati-cirebon-tegaskan-jamin-spmb-2026-transparan/
Di sisi lain, Sekretaris Komisi Pembinaan Anggota Muda Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Rio Ashadi, menegaskan keberhasilan pembinaan anggota muda sangat bergantung pada kualitas pelatih. Hal tersebut juga ditentukan oleh pembina Pramuka yang ada di lapangan.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kegiatan Pitaran secara maksimal agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan metode pembinaan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. “Pelatih Pramuka harus mampu memahami tantangan zaman dan menjadi sosok yang bisa menjawab kebutuhan generasi muda, keluarga, dan bangsa,” ujarnya menegaskan.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka di wilayah Ciayumajakuning diharapkan mampu melahirkan pelatih-pelatih yang tidak hanya kompeten secara teknis. Pelatih tersebut juga diharapkan adaptif, kreatif, dan siap membentuk karakter generasi muda di era modern.




