Cirebon, suararadarcakrabuana.com – Kuwu Kalianyar melaksanaan kegiatan pengecoran lapangan Volly dan Badminton berlokasi di depan Balai dan blok Tnampa Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Dengan Volume satu paket menggunakan Anggaran Dana Desa tahap 1 tahun 2024.
Pemerintah Desa Kalianyar melaksanakan kegiatan pengecoran ada di dua titik, yang pertama pengecoran lapangan Volly dan Badminton berlokasi di depan balai Desa Kalianyar dan yang kedua pengecoran rambat beton diblok dua dikenal dengan sebutan blok Kinampa.
Dengan panjang 80 meter Anggaran Dana Desa senilai Rp. 150.550.000.00,-Tahap 1 Tahun Anggaran 2024..
” Kegiatan pekerjaan pengecoran ada dua titik, yang pertama di depan balai Desa dan yang kedua di blok dua Kinampa dengan panjang 80 meter. Dalam pekerjaan tersebut dalam pengawasan tenaga ahli, serta sesuai dengan spesifikasi.” Ujar. Kuwu Abdul Nasir, saat dikonfirmasi oleh Pimpinan Redaksi Media suararadarcakrabuana.com.(15/7/2024)
Kuwu Kalianyar Abdul Nasir.S Sos menjelaskan perihal pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi. Menggunakan besi warmes, besi ulir 22, karena diatas Drenase maka menggunakan plastik serta triplek.

” Dalam proses pengecoran menggunakan triplek, plastik, besi ulir 22 dan warmes sebagai dasar nya. Untuk cor – corannya semen memakai jaya mix kualitas K300, kata orang jaya mix ini sudah diatas standar dan sudah bagus sekali. ” Ungkapnya
Menurut pengakuan Kuwu Kalianyar Abdul Nasir S.Sos beliau merasa yakin tentang infrastruktur tersebut untuk jangka panjang dan awet. Serta masyarakat meminta kepada Kuwu Nasir, agar pekerjanya menggunakan orang sendiri atau pekerjanya warga setempat yang sudah berpengalaman dalam pekerjaan tersebut.
” Menurut saya ini pekerjaan yang ringan, dengan memakai pekerja orang sendiri saya yakin mampu menghandle pekerjaan ini. Yang terpenting kualitas semen bagus, apalagi kita mengambil dari jaya mix K 300 suda sangat aman.” Ujar. Abdul Nasir Kuwu Kalianyar. (15/7/2024).
Menurut pengakuan kuwu tujuan fungsi di depan balai Desa, dipergunakan untuk kepentingan masyarakat umum, ketika ada kegiatan yang sifatnya pesta rakyat pengajian, pasar malam, untuk melakukan sholat tarawih, acara sedekah bumi. Agar lebih luas dan nyaman untuk kegiatan masyarakat.

”Masyarakat pun merespon dengan sangat bagus, tidak mengurangi filosofi beringin, beringin tetap ada pak. Karena menurut filosofi weringin itu ngayomi atau ngademi ( menyejukkan). Dalam bahasa arab weringin itu warohibyang artinya harus hati hati dan fanatik atau Apik ,gak boleh asal asal asalan. Seperti itulah menurut riwayat babad Cirebon.” Ungkap Abdul Nasir Kuwu Kalianyar.
Kemudian Abdul Nasir menjelaskan tujuan membuat tempat parkir yang dibangun satu paket dengan pengecoran depan balai Desa maupun yang di blok Tinampa. Dan menjelaskan terkait program ditahap dua adalah JUT , tepatnya di area sawah sebelah utara kampung.
Ketika Pimpinan Redaksi Media suararadarcakrabuana.com terkait pengecoran yang viral dinakan oleh salah satu media, bahwa pengerjaannya dinyatakan asal asal itu, termasuk dianggaran atau seperti apa sebenarnya.
” Diblok 4 itu tidak termasuk anggaran, itu spontanitas, karena masyarakat melihat begitu banyaknya.. kemudian tokoh masyarakat dan masyarakat setempat meminta beberapa Glodok untuk gang biar ga becek. Kalau minta silahkan swadaya karena tidak ada anggaran nya, terkait tenaga kerja silahkan ambil sendiri dan kerjakan sendiri ”’ Papar Abdul Nasir Kuwu Kalianyar kepada awak media ketika dikonfirmasi di rumah kediaman nya
Abdul Nasir pun menjelaskan bahwa itu swadaya masyarakat dan pihak Desa hanya memberikan material saja. Karena itu sifatnya swadaya maka dikerjakan sendiri oleh masyarakat. Masyarakat blok 4 juga membenarkan bahwa itu keinginan mereka bukan masuk anggaran dalam RAB dana desa.
” Y, pak benar ini kemauan kami sendiri, karena saya melihat banyak, jadi kami secara spontan meminta sama pa Kuwu. Bahkan pa kuwu memperbolehkan. Karena diluar dari anggaranp Desa, maka kami disuruh ambil sendiri dan mengerjakan sendiri pa.” Ujar. Nia salah satu warga blok 4 kepada awak media
Abdul Nasir selaku Kuwu Desa Kalianyar berharap dan meminta kepada Media online yang memberitakan, bahwa pengerjaan pengecoran di blok 4 dengan panjang kurang lebih 20 meter tersebut asa – asalan atau asal jadi. Sebab itu diluar anggaran dan tidak termasuk anggaran yang ada di RAB terpampang di papan preyek pennngerjaan. Agar segera meminta maaf dan membuat berita klarifikasi pemberitaan yang keliru serta dianggap sudah mencemarkan nama baik seorang Kuwu atau Kepala Desa.
“Saya berharap kepada Media yang telah memberitakan negatif kinerja Kuwu, terkai pemberitaan pengecioran di blok 4, saya tunggu itikad baiknya untuk meminta maaf atau membuatkan berita klarifikasi perihal pemberitaan tersebut.” Pungkasnya.




