KDM Tawarkan Geng Motor Cirebon Pekerjaan, Celurit Jadi Sapu

Cirebon. Suararadarcakrabuana.com –   Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan kepada geng motor di Cirebon, celurit diganti sapu. Sembilan anggota geng motor yang merusak rumah warga di Cirebon berhasil diringkus polisi.

Dedi Mulyadi yang mendatangi geng motor tersebut lalu menawarkan beberapa pilihan, salah satunya pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

Geng motor yang setuju tawaran Dedi Mulyadi, tidak lagi membawa celurit untuk mengancam warga, tapi diganti sapu dan gerobak sampah.

Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan untuk salah seorang anggota geng motor yang berulah di Cirebon, namun dengan syarat.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-ke-geng-motor-cirebon-dipenjara-dipesantrenkan/

Diketahui, Mantan Bupati Purwakarta itu menemui anggota geng motor yang merusak rumah di Blok Tumaritis, Kecamatan Weru, Cirebon, di Polres Cirebon.

Satu persatu anggota geng motor itu ditanyainya dengan pendampingan dari Kapolres Cirebon, Kombes Sumarni. Salah satu pemuda berusia 20 tahun pun tak luput darinya.

Dedi Mulyadi dengan santai menanyakan maksud dan tujuan dari pemuda tersebut saat merusak rumah warga pada Rabu (4/6/2025) dini hari kemarin.

“Nyerang, ikut (lempar),” kata pemuda tersebut dikutip dari Youtube Dedi Mulyadi, Minggu (8/6/2025).

“Kenapa tiba-tiba lempar rumah orang? tujuan orang?,” tanya Dedi Mulyadi

Namun pemuda tersebut menjelaskan jika dirinya salah sasaran. Ia juga mengaku tak memiliki dendam terhadap sasarannya.

“Saya janjian di IG. Jam 3,” sahut pemuda tersebut.

“Kamu arahnya mau gimana sekarang. Mau ditahan? karena umurmu udah dewasa kan. Umurnya berapa?, Udah mending di sel aja daripada di luar susah lemparin rumah orang,” Ujar. Dedi Mulyadi.

“Pilih di mana? dipesantrenin apa di sel sampai pengadilan?”

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polresta-cirebon-tangkap-9-anggota-genk-motor/

“Di Pesantren,” jawab pemuda itu.

Di sinilah, Dedi Mulyadi mulai menanyakan apakah pemuda tersebut mau bekerja sebagai petugas kebersihan atau tidak.

“Kamu mau gak jadi tukang sapu?” tanya Politisi Gerindra itu.

“Ga digaji ya?” tanya pemuda tersebut.

“Digaji, tapi kamu latihan dulu sama Bu Kapolres (ditahan di sel). Latihan dulu ya. Kalau kamu udah benar, kelihatan baik, kamu jadi petugas kebersihan di Pasar Trusmi digaji oleh Pemprov. Tapi latihan dulu, mau gak? Nanti di Pasar Trusmi bawa celurit lagi,” beber Dedi Mulyadi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kapolresta-cirebon-berikan-semangat-keluarga-korban-longsor/

Polres Cirebon Kota menangkap sembilan anggota geng motor Plombon Genk Star. Mereka merusak rumah warga di Blok Tumaritis, Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Kini anggota geng motor itu dijerat dengan pasal pidana. Upaya polisi itu agar memberikan efek jera dan tidak terjadi lagi pada masa mendatang.

Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni, mengatakan, mereka dijerat Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan, Pasal 200 KUHPidana tentang tindak pidana merusak atau menghancurkan bangunan, dan Undang-undang Darurat karena membawa senjata tajam.

“Pelaku yang dewasa, untuk pembelajaran, akan kita kenakan sanksi pidana. Supaya bisa jadi contoh, efek jera,” tegas Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polresta-cirebon-periksa-perizinan-dan-pengawasan-tambang/

Beberapa kali kejadian, pihak kepolisian sudah membina para geng motor yang berulah karena membawa senjata tajam dan terlibat tawuran. Selain itu, sudah memanggil sejumlah pihak terkait.

“Sudah kita lakukan upaya itu, tapi masih ada lagi dan lagi. Kita sudah viralkan supaya tak terulang lagi. Terpaksa kami lakukan tindakan lebih keras lagi, (dikenakan) pasal di KUHP saja,” pungkas. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni.

Redaksi ; RS<SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!