Bupati Subang Tegaskan Pendemo KDM Rugi Sendiri

Subang. Suararadarcakrabuana.com  – Bupati Subang ultimatum warganya yang mendemo KDM, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, pasca pembongkaran tempat jualan pedagang Subang menuju kawasan wisata Subang.

Reynaldy Putra Andita menyuruh para pedagang Subang tersebut minta ganti rugi dan penempatan ulang kiosnya kepada koordinator aksi saja.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengultimatum para pedagang Subang yang mendemo Gubernur Jabar Dedi Mulyadi KDM agar tidak terprovokasi pihak tertentu yang mempolitisasi mereka.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-menanggapi-aksi-adnan-dan-berikan-apresiasi-bupati-brebes/

Kang Rey (sapaan Bupati Subang) meminta para pedagang agar bersabar dan mau diatur oleh pemerintah.  Dia menegaskan bahwa dirinya dan KDM menyayangi mereka. Tempat berjualan atau kios para pedagang di wilayah Subang selatan ini akan ditata ulang.

Sementara tempat baru dalam proses pembangunan, maka para pedagang diberikan ganti rugi dan uang tunggu selama 2 bulan ke depan.

Namun proses pencairan uang ganti rugi oleh pemerintah ini sedang diupayakan tidak mengganggu kas pemerintah daerah alMenginta Subang. Solusinya didapat melalui penggunaan dana CSR Bank BJB.

Jadi Rey meminta warganya bersabar dan tidak mudah terhasut dalam upaya adu domba dan politisasi para pedagang Subang dengan Pemkab Subang dan Pemprov Jabar oleh pihak-pihak tertentu.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polresta-cirebon-giat-rakor-pemberatasan-geng-motor/

Lebih lanjut Bupati Subang meminta para pedagang agar mau diurus dan diatur oleh pemerintah. Tujuannya agar keberadaan para pedagang di sepanjang jalan provinsi menuju kawasan wisata Subang itu mampu mendongkrak peningkatan perekonomian masyarakat Subang.

Jika para pedagang Subang tetap melakukan aksi unjuk rasa, maka Bupati menilai para pedagang Subang itu telah terhasut oleh pihak-pihak tertentu, sehingga dianggap sudah tidak mau diurus dan diatur oleh pemerintah.

“Pada prinsipnya saya dan Pak Gubernur akan mengurus dan menyayangi, dan menempatkan, dan memberikan hak-haknya itu kepada masyarakat yang mau diurus kepada pedagang yang mau diatur, kepada pedagang yang mau diurus,” ungkap Bupati Subang.

Baca juga  ; https://www.suararadarcakrabuana.com/momen-pertemuan-kdm-dan-sherly-tjoanda-jadi-potret-unik/

“Jadi kalau pedagangnya tidak mau diurus, tidak mau ditata, tidak mau berkolaborasi dengan pemerintah daerah, ya silahkan nanti uang ganti rugi, penempatan laginya, nanti silahkan mintanya ke koordinator-koordinator aksi unjuk rasa yang mau mengajak teman-teman pergi ke Gedung Sate Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya

Riris

Redaksi RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!