Kadipaten, Majalengka. Suararadarcakrabuana.com – Dalam rangka menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak, SMP Negeri 2 Kadipaten menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan keras, kamia (24/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Majalengka yang mengusung moto “Langkung Sae”.
Kegiatan sosialisasi tersebut bekerja sama dengan Satgas Anti Narkoba Kabupaten Majalengka, serta penggiat anti narkoba dari organisasi PANI (Penggiat Anti Narkoba Indonesia). Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 serta para guru dan staf sekolah.
Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/dpd-pani-subang-giat-preventif-dan-sosialisasi-bahaya-narkoba/
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 2 Kadipaten, Lilis Erna Yulianti, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada para siswa tentang bahaya laten narkoba dan obat-obatan keras yang marak di kalangan remaja.
” Kami ingin siswa-siswi SMPN 2 Kadipaten menjadi pelajar yang sehat jasmani dan rohani, jauh dari narkoba, dan siap menjadi generasi ‘Langkung Sae’ bagi Majalengka ke depan,” ujarnya.
Materi disampaikan secara interaktif, dengan pemutaran video edukatif, testimoni mantan pengguna, serta sesi tanya jawab.
Tak hanya itu, siswa juga diajak untuk menandatangani deklarasi anti narkoba, sebagai bentuk komitmen untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.
Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/mengenal-lima-tokoh-pribumi-antek-antek-belanda/
Ketua PANI dari Satgas Anti Narkoba, Prayudi H Siswanto Spt, menegaskan bahwa sekolah adalah benteng utama dalam membentengi anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan.
“ Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak siswa berpikir kritis, mengenali bahaya narkoba sejak dini, dan berani berkata tidak pada ajakan negatif,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari orang tua dan masyarakat sekitar.
Diharapkan, langkah preventif ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Majalengka dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas narkoba.
RED/RS,SH




