KDM Tegaskan Perkebunan Teh Pengalengan Akan Ditanami Lagi

Bandung. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan akan menanami kembali lahan perkebunan teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang telah dilakukan perusakan. Lahan seluas 160 hektare tersebut diketahui dirusak karena akan ditanami bibit kentang.

“Saya cek barusan ke kepala dinas perkebunan, karena saya akan menanam kembali untuk ditanamin lagi teh,” ucap Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Kamis (27/11).

Dedi menyebut, perusakan itu menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 135 miliar.

“Penebangan teh itu sudah merugikan keuangan perusahaan dan itu BUMN itu Rp 135 miliar. Perusakan itu bukan hanya aspek pidananya loh, tapi itu sudah ada aspek pidana korupsinya karena merugikan keuangan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan keuangan BUMN kan keuangan negara,” kata Dedi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-soroti-kampung-kumuh-/

Dedi manyampaikan, berdasarkan informasi dari Dinas Perkebunan Jawa Barat, terdapat pihak yang memobilisasi warga untuk menebang perkebunan teh dan digantikan dengan kentang. Pihak itu, kata dia, berniat untuk menjadi bandar perkebunan tersebut.

“Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Perkebunan, itu kan ada orang yang punya duit dia itu memobilisasi orang-orang di situ untuk mau nebang, kemudian nantinya pengen ditanamkan kentang, dia yang jadi bandarnya,” ujar dia.

Sementara itu, penanaman kembali perkebunan teh memerlukan dana sebesar Rp 36 miliar.

“Kalo 160 hektare itu memerlukan uang Rp 36 miliar,” kata gubernur yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-bentuk-tim-pengkaji-hari-lahir-jawa-barat/

Sebelumnya, sejumlah petani teh di Pangalengan melakukan protes lantaran lahan teh tempatnya bekerja dirusak oleh suatu pihak. Aksi protesnya itu viral di media sosial.

Kumaha ieu hayoh wae diragajian, rek dahar ti mana atuh? (Gimana ini terus digergaji, harus dapat makan dari mana dong?),” ucap seorang petani perempuan pada salah satu video.

Redaksi ;l Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!