Kades Tugiyantoro Perkuat Layanan Kesehatan, Percontohan ILP

 

Bogoran,  Suararadarcakrabuana.com — Desa Bogoran, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, ditetapkan sebagai desa percontohan pelaksanaan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) dan menjadi yang pertama di Kabupaten Wonosobo.

Keberhasilan pelaksanaan ILP di desa ini ditopang kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Bogoran, Tugiyantoro.

Bidan Desa Bogoran, Endang Dwi Ningsih, mengatakan ILP merupakan pengembangan dari posyandu konvensional yang sebelumnya berjalan terpisah. Melalui ILP, seluruh layanan kesehatan digabung dalam satu kegiatan pelayanan yang menjangkau seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pemkab-pesibar-raih-penghargaan-kabupaten-kota-informatif/

Dalam setiap kegiatan ILP, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan berbasis skrining menyeluruh, termasuk deteksi anemia pada remaja, tuberkulosis, penyakit menular, hipertensi, diabetes melitus, serta faktor risiko penyakit tidak menular lainnya. Pelayanan juga dilanjutkan dengan kunjungan rumah bagi warga berisiko tinggi yang tidak dapat hadir di lokasi pelayanan.

“Kalau warga berisiko tidak datang ke posyandu, kami datang ke rumah agar tetap terlayani,” kata Endang.

Endang menjelaskan, pelaksanaan ILP di Desa Bogoran melibatkan 27 kader kesehatan. Dalam satu hari pelayanan, melalui layanan skrining yang dilakukan bergiliran per kelompok usia, pelayanan di lokasi, serta kunjungan rumah bagi warga berisiko tinggi, jumlah warga yang terlayani secara kumulatif dapat mencapai 200 hingga 250 orang.

Pelaksanaan ILP di Desa Bogoran juga didukung oleh pemetaan kesehatan berbasis RT yang dilakukan oleh bidan dan kader kesehatan. Data kesehatan warga dicatat melalui Sistem Elektronik Rekam Medis (ERM) dan terintegrasi dengan puskesmas untuk kebutuhan tindak lanjut layanan.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tegaskan-rusak-lingkungan-masuk-merampas-aset-negara/

Program ILP Bogoran terhubung dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Dokter hadir setiap bulan untuk memberikan layanan pengobatan bagi penderita hipertensi dan diabetes, sementara pemeriksaan laboratorium dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Laboratorium Prodia.

Keberlanjutan layanan kesehatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Bogoran Tugiyantoro menyatakan pemerintah desa berperan memastikan program ILP dapat berjalan dengan dukungan kebijakan, penyediaan sarana prasarana, serta penguatan peran kader dan partisipasi masyarakat.

“Pemerintah Desa Bogoran sejak awal berkomitmen mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer. Kami memandang ILP sebagai kebutuhan penting untuk meningkatkan derajat kesehatan warga. Pemerintah desa berupaya memfasilitasi kebutuhan layanan dan mendorong keterlibatan masyarakat agar program ini berjalan berkelanjutan,” ujar Tugiyantoro. (16/12/2025)

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/momen-prabowo-kenalkan-seskab-posko-pengungsian-langkat/

Atas capaian tersebut, pelaksanaan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bogoran kini menjadi rujukan kaji banding bagi sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Purworejo dan Temanggung. Sejumlah daerah tersebut menjadikan Bogoran sebagai lokasi pembelajaran penerapan layanan kesehatan primer terpadu berbasis desa.

Keberhasilan Bogoran menunjukkan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa dalam memperkuat layanan kesehatan primer berbasis komunitas. Model ILP yang diterapkan di desa ini diharapkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo maupun daerah lain di Indonesia.
Ray

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!