Jalan Perbatasan Banten dan Jawa Barat Bak Bumi Sama Langit

Suararadarcakrabuanacom – Ada suatu pemandangan yang sangat unik di jalan perbatasan provinsi Banten dan Jawa Barat. Kondisinya bagaikan seperti bumi dan langit. Aspal jalan di kabupaten Bogor, Jabar mulus. Sedangkan jalan di perbatasan Lebak, Banten masih berupa tanah.

Sebagai info, permukaan ruas jalan di sisi Bogor sudah diaspal mulus lengkap dengan marka, sementara permukaan ruas jalan di sisi Lebak masih berupa tanah merah.

Adapun ruas jalan tanah itu berada tepat di kawasan hunian sementara (huntara) korban banjir bandang 2020 di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut penuturan warga setempat, jalan di wilayah Lebak tersebut belum mengalami pembangunan aspal sejak warga menghuni kampung huntara pada tahun 2020 silam.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/cara-cek-bansos-pkh-2026-jadwal-pencairan-dan-nominal/

Menurut Andra, alasan jalan di Lebak belum dilakukan pengaspalan karena ruas tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat sudah beraspal, sedangkan wilayah kabupaten Lebak, Banten masih jalan tanah di perbatasan kedua provinsi 

“Pengerjaan pengerasan jalan. Pengerasan dilakukan karena wilayah tersebut masuk kawasan hutan lindung dan Taman Nasional,” ujar Andra Soni kepada wartawan di Gedung Negara Banten, (13/1/26), dikutip dari Kompas.com.

Ia melanjutkan pengerasan jalan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten dan hingga kini proses pelaksanaannya masih berjalan.

Andra menuturkan, Pemprov Banten telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta khusus untuk pengerasan jalan tersebut, bukan untuk pengaspalan permanen.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/sekuriti-pt-yongstar-telah-melanggar-uu-perlindungan-pers/

Pekerjaan itu sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu, meski sempat mengalami hambatan. Kendala yang dihadapi di antaranya keterbatasan material serta akses menuju lokasi yang tidak mudah.

“Kemarin itu (anggaran) untuk pengerasan jalan kurang lebih sekitar Rp 400 juta. Kami sudah berkoordinasi, kami yang ngurusin pengerasannya, dikeraskan sampai betul-betul siap dibangun jalan, ada tahapannya,” terangnya.

Sementara terkait pembukaan lahan atau land clearing, proses tersebut masih dalam tahap koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Untuk land clearing masih dalam proses koordinasi. Itu melibatkan penanggulangan bencana dan pemerintah daerah terkait,” tukasnya.

Penampakan jalan di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat yang berbeda jauh, wilayah kabupaten Lebak masih jalan tanah 
Wonk Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!