Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok Di Cirebon Meroket

Cirebon Suararadarcakrabuana.com – Harga bahan pokok di Kabupaten Cirebonmengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit setan yang kini menyentuh Rp100 ribu per kilogram.

Selain itu, harga daging sapi super juga ikut merangkak naik hingga Rp140 ribu per kilogram. Lonjakan harga bahan pokok di Kabupaten Cirebon tersebut tersebut terpantau saat Bupati Cirebon, H Imron, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional, di antaranya pasar sumberdan Pasalaran, Jumat (13/2) yang lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi pasokan serta stabilitas harga menjelang bulan Ramadan. Kenaikan harga bahan pokok di Kabupaten Cirebon yang tidak biasa ini dikeluhkan para pembeli.

Mereka mengaku harus mengurangi jumlah belanjaan karena anggaran yang dibawa tidak lagi mencukupi kebutuhan dapur.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-gunakan-motor-lintasi-majalengka-demi-cek-jalan-provinsi/

Salah satu pembeli di pasar Sumber, Tina (40) mengaku terpaksa membatalkan niat membeli daging sapi karena harganya melonjak tinggi.

“Cuma beli minyak, cabai seperempat kilo sudah Rp25 ribu, terus bawang. Tadinya mau beli daging sapi, tapi ternyata mahal jadi kurang uangnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan uang Rp150 ribu yang dibawanya, kebutuhan pokok terasa sulit terpenuhi.

“Sekarang coba dihitung, bawa uang Rp150 ribu cukup buat apa? Cabe Rp100 ribu, terus dagingnya gimana?,” keluhnya.

Tina berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan pokok di Kabupaten Cirebon, terutama menjelang bulan puasa agar kebutuhan rumah tangga tetap tercukupi.

“Semoga saja harganya turun, jadi saya bisa masak daging pas bulan puasa,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Sumber, Ati mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak sekitar satu minggu terakhir, terutama pada komoditas ayam dan telur.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/cara-cek-bansos-februari-2026-untuk-siswa-sd-hingga-sma/

“Sekarang ayam harganya Rp40 ribu per kilo, tadinya di Rp36 sampai Rp37 ribu. Telur juga naik jadi Rp31 sampai Rp32 ribu, sebelumnya cuma Rp27 sampai Rp28 ribu,” katanya.

Ia menambahkan, harga minyak goreng curah kini dijual Rp21 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp19 ribu. Sementara minyak kemasan naik sekitar Rp1.000 per liter.

“Minyak goreng yang curah itu sekarang 21 ribu per kilo sebelumnya cuma 19 ribu. Nah yang literan itu minyak kemasan naik seribu,” tambahnya.

Untuk komoditas cabai, Ati mengungkapkan, cabai rawit setan naik dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram.

Cabai merah besar naik Rp10 ribu, dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu. Sedangkan cabai keriting melonjak dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Cabai rawit lagi mahal sekarang, 100 ribu. Padahal tadinya 80 ribu, jadi naik 20 ribu. Yang lainnya juga naik kata cabai merah naik 10 ribu dari 25 ribu ke 35 ribu, cabai keritingnya dari 25 ribu ke 40 ribu,” ungkapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pemerintah-diminta-jangan-saling-lempar-tanggung-jawab/

Ati mengaku kenaikan harga sulit diprediksi karena sangat bergantung pada stok dan permintaan pasar.

“Kalau stoknya banyak kemungkinan turun, kalau sedikit dan yang butuhnya banyak pasti naik. Biasanya sembako tiap bulan puasa memang naik,” jelasnya.

Ati juga menuturkan, musim hujan yang kerap melanda wilayah Cirebon turut memengaruhi jumlah pembeli. Ia biasanya memiliki banyak pelanggan dari kalangan pemilik rumah makan dan pedagang pecel lele.

“Kalau sore hujan, pembeli dari rumah makan atau tukang pecel lele biasanya berkurang. Jadi penjualan ya biasa saja,” pungkasnya

 

RS S,H / SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!