JAMBI, Suararadarcakrabuana.com – Pihak Pertamina Patra Niaga Jambi mengungkap modus oknum operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menggunakan barcode secara ilegal untuk bekerja sama dengan pelangsir BBM subsidi.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Jambi, Khoirul Anwar, mengatakan oknum operator SPBU mengambil barcode konsumen secara diam-diam.
“Satu operator itu bisa sampai punya puluhan barcode, yang ternyata punya konsumen dia foto secara diam-diam,” kata Khoirul, (11/4/2026).
Karena itu, tindakan oknum operator tersebut membuat kuota BBM pemilik asli barcode berkurang. Untuk mengantisipasi hal itu, Khoirul meminta agar masyarakat secara rutin me-reset ulang barcode melalui website resmi milik Pertamina.
“Jika ada masyarakat yang merasa kuota penggunaan BBM-nya berkurang tanpa sepengetahuannya, kami imbau untuk reset ulang, website kami itu sudah menyediakan fitur reset barcode,” tuturnya.
Selain itu, Khoirul juga mengaku akan memberikan sanksi untuk SPBU yang melakukan kecurangan, termasuk sanksi penutupan secara permanen.
“Untuk SPBU (yang tertangkap tangan), sudah kami hentikan sementara. Dalam menjatuhkan sanksi, kami lakukan bertahap, diberi peringatan, jika masih ada pelanggaran, kami tutup permanen,” tuturnya.
Sebagai informasi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap sopir truk dan operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tebing Tinggi, Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Muaro Bungo, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Kedua pelaku, yakni S sebagai sopir atau pelangsir, dan N operator SPBU, bekerja sama menyalahgunakan BBM Subsidi jenis bio solar.
Setelah menangkap dua pelaku, polisi kemudian mendalami pemeriksaan hingga diketahui aksi nakal SPBU itu sudah berlangsung sejak 2013 sehingga menyebabkan kerugian negara Rp 276 miliar.
Wonk Alit/SRC




