JAKARTA. Suararadarcakrabuana.com — Beredar viral sebuah poster digital bertajuk “Kabinet Tangguh” beredar di media sosial. Poster tersebut memuat sejumlah nama tokoh nasional yang diposisikan sebagai calon pengisi pemerintahan periode 2029-2034.
Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tercantum sebagai calon Presiden RI. Adapun mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipasang sebagai calon Wakil Presiden.
Kemunculan poster itu mendapat perhatian kritikus pendidikan Darmaningtyas. Ia menilai peredaran poster tersebut merupakan bentuk kreativitas warganet sekaligus ekspresi ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
“Ini mulai beredar kreativitas netizen sbg ekspresi ketidak puasan terhadap Pemerintahan yang ada,” kata Darmaningtyas melalui akun X pribadinya, dikutip Selasa, 1 September 2026.
Darmaningtyas mengaitkan fenomena tersebut dengan sebelumnya beredar daftar yang disebut sebagai “Kabinet Bayangan”. Menurut dia, kemunculan daftar kabinet alternatif ketika pemerintahan yang sah masih menjalankan tugas merupakan fenomena yang menarik dalam politik Indonesia.
“Baru kali ini pada masa kepemimpinan yg sah muncul daftar Menteri Kabinet Bayangan dan Kabinet Tangguh,” ujarnya.
Poster tersebut tidak hanya mencantumkan nama Dedi Mulyadi dan Ahok. Sejumlah tokoh politik, ekonom, akademikus, mantan pejabat, hingga figur publik lainnya juga ditempatkan pada sejumlah posisi pemerintahan.
Mahfud MD, misalnya, dicantumkan sebagai Menteri Koordinator politik, Hukum dan HAM. Bambang Brodjonegoro diposisikan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.
Sementara Anies Baswedan tercantum sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Sumber Daya Manusia. Adapun Agus Harimurti Yudhoyono ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan dan Strategis.
Nama Gatot Nurmantyo juga tercantum sebagai Menteri Pertahanan. Purbaya Yudhi Sadewa disebut sebagai Menteri Keuangan, sedangkan Thomas Trikasih Lembong ditempatkan sebagai Menteri Perdagangan, Investasi dan Hilirisasi.
Untuk sektor pertanian, poster tersebut mencantumkan Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan. Susi Pudjiastuti diposisikan sebagai Menteri Kelautan dan Ekonomi Maritim.
Selain nama-nama tersebut, poster juga memuat sejumlah tokoh lain, antara lain Panut Mulyono, Tjandra Yoga Aditama, Suyanto dan Tandiyo Rahayu.
Nama lainnya yang tercantum adalah Ganjar Pranowo, Retno L.P. Marsudi, Tri Rismaharini, Wishnutama Kusubandio, Sherli Joanda, Emil Salim, Adian Yusak Yusak Napitupulu, Abraham Samad, Nasaruddin Umar, Almuazzammil Yusuf, Rocky Gerung, hingga Anindya Novyan Bakrie yang dipasang sebagai Menteri BUMN.
Belum ada kepastian politik 2029
Poster “Kabinet Tangguh” tersebut merupakan materi digital yang beredar di media sosial. Tidak terdapat keterangan bahwa daftar tersebut merupakan susunan kabinet resmi atau keputusan politik dari institusi negara.
Nama-nama yang tercantum juga diposisikan sebagai bagian dari sebuah skenario pemerintahan masa depan, bukan sebagai susunan kabinet yang telah ditetapkan.
Komentar Darmaningtyas menunjukkan bagaimana ruang digital menjadi tempat munculnya berbagai gagasan dan narasi politik alternatif menjelang kontestasi politik berikutnya.
Namun, peredaran poster tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa tokoh-tokoh yang tercantum benar-benar akan menduduki jabatan pemerintahan pada periode 2029-2034.
Untuk saat ini, “Kabinet Tangguh” lebih tepat dibaca sebagai produk kreativitas dan ekspresi politik warganet di tengah dinamika pemerintahan yang sedang berlangsung
Wonk Alit/SRC




