Badowo Minta Calon Sekda Bartim, Tak Terindikasi Bermain Proyek

 

Tamiang Layang. Suararadarcakrabuana.com – Drs. Theodore Badowo,SH., salah seorang pendiri Kabupaten Barito Timur dan sehari-harinya berprofesi sebagai Advokad, kali ini ikut menyorot Lelang Jabatan Sekda Bartim Tahun 2025.

Melalui wawancara via telepon WhatssApp, Rabu, 20 Agustus 2025, Badowo mengatakan kepada awak media kami minta agar mereka yang maju mengikuti Seleksi Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Tahun 2025 adalah orang-orang yang tidak memanfaatkan jabatannya bermain proyek.

” Jika ada calon seperti itu maka kami masyarakat Barito Timur, khususnya kami yang berjuang untuk mendirikan Kabupaten Bartim akan melakukan tindakan, kapan perlu kami akan melaporkan secara langsung ke Kemendagri,” ucap Badowo., (20/8/2025)

Baca jyga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/isi-pengumuman-resmi-lelang-jabatan-bartim-dan-panitia-lelang/

Menurut pengakuan nya bahwa Menteri Dalam Negeri sudah mewanti-wanti tidak ada ASN, apalagi jabatan Sekda yang terlibat bermain proyek untuk kepentingan pribadi, kepentingan kelompok atau kepentingan kroni.

Badowo juga meminta kepada awak media menulis atau memuat pernyataannya yang berbunyi “Pak Badowo salah satu pendiri Kabupaten Barito Timur, Ketua Komite Pendiri Kabupaten Barito Timur menyatakan dan meminta dengan hormat agar calon-calon Sekda itu tidak terlibat dalam berbagai pengadaan barang dan jasa Dan kami akan meneliti sekaligus mengawal Seleksi Sekda ini. (Teks Pernyataan sesuai hasil wawancara).

” Sekda bukan hanya perpanjangan tangan kepala daerah. Ia adalah penopang utama profesionalisme birokrasi, sekaligus penjaga etika dan konstitusi lokal, ” tegas Badowo.Rabu, 20/8/2025.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/ketua-dpc-awpi-bartim-sorot-kejanggalan-batas-usia-lelang/

Badowo menekankan pentingnya memilih calon Sekda yang tidak terlibat dalam jaringan kepentingan politik.dan bisnis. Integritas dan profesionalisme harus menjadi standar utama dalam seleksi kali ini.

Badowo juga mengingatkan jangan ulang kesalahan lama.

Menurut Badowo Proses seleksi Sekda harus terbuka dan dapat diawasi publik. Masyarakat berhak tahu siapa kandidatnya, seperti apa rekam jejaknya, dan bagaimana proses uji kompetensinya. Tidak boleh hanya jadi formalitas panitia seleksi.

(Yandi/Yuliana/Wahyudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!