BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi begal dan berbagai kejahatan jalanan di Bandung Raya belakang ini.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal. Langkah tersebut diambil sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang khawatir dengan meningkatnya kasus kejahatan jalanan.
“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar Untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi dikutip dari Instagram, Selasa (21/7/2026).
Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, salah satu usulan yang disampaikannya yakni menempatkan aparat bersenjata di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan.
Babinsa Dilibatkan Awasi Pajak, PDI-P: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Artikel Kompas.id Menurut Dedi, keberadaan aparat di lokasi strategis diharapkan dapat mencegah aksi kriminal sekaligus membuat masyarakat merasa lebih tenang saat beraktivitas.
“Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat pengamanan dari aparat, Dedi juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai, peran warga sangat penting untuk mencegah tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal masing-masing
“Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya akses pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga,” tutur Dedi.
Dedi menambahkan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap gangguan keamanan lainnya seperti geng motor hingga aksi tawuran yang masih kerap terjadi.
“Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar orang tua. Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. (21/7/2026)
Wonk Alit/SRC




