CIREBON. Suararadarcakrabuana.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon terus mengembangkan kawasan Shelter Watubelah sebagai upaya merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang hingga kini masih berjualan di bahu Jalan Fatahillah.
Pengembangan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Sekretaris Disperdagin Kabupaten Cirebon, Rodiya, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan shelter agar mampu menampung lebih banyak pedagang.
Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk mengurangi potensi konflik antara pedagang yang telah menempati shelter dengan PKL yang masih berjualan di tepi jalan.
“Tahun ini anggaran memang sangat terbatas. Karena itu kami fokus mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, sembari melanjutkan pembangunan secara bertahap,” kata Rodiya, Senin 3 Agustus 2026.
Baca juga ;
Menurutnya, Disperdagin saat ini tengah melengkapi berbagai fasilitas penunjang di kawasan Shelter Watubelah, seperti pemasangan 13 set kursi taman, penambahan penerangan, serta pembangunan akses menuju jogging track.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan agar tidak hanya berfungsi sebagai sentra kuliner, tetapi juga menjadi ruang publik yang mengintegrasikan aktivitas olahraga, budaya, dan ekonomi.
Rodiya menjelaskan, konsep Shelter Watubelah sejak awal tidak dirancang menyerupai pasar tradisional dengan seluruh kios tertutup. Kawasan tersebut mengusung konsep ruang terbuka hijau yang mengedepankan kenyamanan, estetika, dan pengalaman berkunjung bagi masyarakat.
“Konsepnya memadukan budaya, ekonomi, dan olahraga. Jadi tidak semua area ditutup. Kami ingin menghadirkan ruang terbuka yang nyaman, estetik, dan menarik untuk masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Disperdagin, terdapat sekitar 99 PKL yang beraktivitas di kawasan Jalan Fatahillah, sementara kapasitas shelter yang telah tersedia saat ini baru mampu menampung 24 pedagang.
Baca juga ;
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan shelter lanjutan di sisi lain kawasan apabila dukungan anggaran tersedia.
Dengan penambahan kapasitas itu, seluruh PKL diharapkan dapat direlokasi ke dalam shelter sehingga tidak lagi menggunakan bahu Jalan Fatahillah sebagai lokasi berjualan.
“Kalau anggaran memungkinkan, pembangunan shelter akan kami lanjutkan sehingga seluruh pedagang bisa masuk ke dalam kawasan dan memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengunjung,” ungkapnya.
Selain memperluas kapasitas shelter, Disperdagin juga berupaya meningkatkan daya tarik kawasan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, pameran, dan festival kuliner. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus mendongkrak pendapatan para pedagang.
Melalui pengembangan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan Shelter Watubelah berkembang menjadi pusat kuliner sekaligus ruang publik baru, serta menjadi solusi penataan PKL di bahu Jalan Fatahillah tanpa menimbulkan konflik di antara para pedagang.
(Wonk Alit/SRC)




