SUMEDANG.SUARARADARCAKRBUANA.COM – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengatakan, berkaca kondisi di Bandung, kabel berseliweran dimana-mana, sehingga menambah kumuh lingkungan dan wajah kota.
Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan mengintervensi pembenahan fasilitas dan infrastruktur di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, khususnya kawasan pendidikan dan pabrik tekstil.

Ia pun akan membuat kanalisasi dengan membangun beberapa kawasan, salah satunya kawasan khusus untuk para pedagang. Sehingga, keberadaan para pedagang di Jatinangor tidak ditutup. Akan tetapi, para pedagang juga tidak serta merta menghabiskan ruang kota sehingga menyebabkan kekumuhan.
Kemudian, lanjut KDM, tidak ada lagi baligo di Jawa Barat, termasuk di Jatinangor yang diganti dengan videotron. Nanti, disiapkan gambar-gambar digital atau videotron di Jatinangor. Jadi, seluruh iklan termasuk iklan kampanye (parpol-red) bisa ditayangkan di videotron. Terlebih untuk biaya kampanye, bisa lebih murah.
Pascabincang santainya itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menindaklanjuti pesan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan beberapa langkah.
Dikutip dari rilis Prokopim Setda Kabupaten Sumedang, Sabtu 7 Juni 2025 Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Tuti Ruswati meninjau berbagai fasilitas umum di kawasan perkotaan Jatinangor mulai dari trotoar, penerangan jalan umum (PJU), jalan raya dan rambu-rambu lalu lintas.
Menurut Dony, jalan raya Jatinangor itu merupakan jalan nasional yang lintasannya cepat dan berada di depan kawasan pendidikan sehingga perlu ekstra perhatian semua pihak.
“Jalan nasional tersebut sesuai kelasnya mobil truk/besar boleh menggunakannya sesuai peraturan berlaku. Tinggal rambu-rambunya dilengkapi dan butuh kehati-hatian semua pihak,” tuturnya.
Ia telah beberapa kali mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR terkait pengusulan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).”Kami sudah mengusulkan pembangunan di titik depan Kampus Unpad Jatinangor dan di depan Kahatex,” kata Dony.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tawarkan-geng-motor-cirebon-pekerjaan-celurit-jadi-sapu/
Untuk JPO yang di depan Kahatex, pihaknya mengusulkan agar bisa digunakan roda dua mengingat banyak kendaraan roda dua yang melawan arus. “Yang di depan Kahatex, sudah di-mention langsung oleh Kementerian PUPR,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Dony juga mengecek keberadaan trotoar di Jatinangor dan lampu PJU. Trotoar di Jatinangor ada dan kondisinya cukup bagus, lampu PJU-nya juga masih menyala, warning ligth-nya juga ada dan rambu-rambu terpasang.
“Kami juga telah berbicara dengan Pak Gubernur agar trotoar Jatinangor dilebarkan sehingga pendestriannya nyaman,” ucapnya.
Ia pun berencana menambah rambu-rambu dan lampu PJU di kawasan Jatinangor, termasuk menempatkan personel Dishub dan Satpol PP di tempat-tempat yang dilarang parkir.
“Banyak parkir yang mengganggu lalu lintas. Di jalur cepat pun masih ada yang parkir. Kita juga akan memasang rambu kecepatan kendaraan ketika masuk kawasan pendidikan. Saya lihat masih banyak yang melawan arus juga. Tidak boleh terjadi lagi nanti yang lawan arus,” jelasnya.
Bupati Dony pun mendapati jalan yang berlubang di ruas Jalan Raya Jatinangor. Ia tadi cek langsung jalan yang rusak. Dirinya yakin (pemerintah) pusat pun telah memperhatikannya dan sudah akan menindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya.
“Kita pun akan segera menutupi jalan yang rusak tadi secepat mungkin. Karena ini untuk kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH





