KDM Merespon Terkait Sasak Geulis Dayeuhkolot Rusak

Bandung. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons soal jembatan sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Sebelumnya, warga menggelar aksi protes dengan memasang spanduk di sekitar Jembatan sasak geulis dan jembatan baru Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,

Aksi tersebut merupakan bentuk keresahan dan kekecewaan masyarakat atas infrastruktur jembatan yang rusak tak kunjung diperbaiki dari tahun 2021.

Jembatan tersebut retak struktur beberapa tahun lalu, saat ini hanya ditopang bailey sebagai solusi sementara. Padahal jembatan tersebut masih digunakan pengendara setiap hari karena menjadi akses bagi warga Bandung Selatan.

Masyarakat menuntut solusi sementara tersebut menjadi perbaikan secara permanen. Terkait hal ini, Dedi Mulyadimenerima laporan terkait keresahan masyarakat yang menuntut perbaikan jembatan tersebut.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-usulkan-beberapa-jalan-nasional-diserahkan-pemprov-jabar/

Melalui video unggahan di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi memberikan respons soal permasalahan tersebut. Gubernur Jabar itu tak menampik bahwa jembatan atau Sasak geulis itu merupakan akses Jalan Provinsi Jawa Barat.

Menjawab tuntutan masyarakat, KDM menyatakan bahwa perbaikan jembatan sasak geulis tersebut sudah dianggarkan tahun 2026 ini.

“Tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan baru,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari unggahannya, Minggu (8/2/2026).

Dedi menjelaskan ada dua pemodelan pembangunan jembatan tersebut. yang pertama, konsep pembangunan masih sesuai  dengan model saat ini, artinya tidak ada peninggian.

Jika tidak perubahan pembangunan tersebut Pemprov Jabar sudah mengalokasikan diperkirakan akan memakan anggaran Rp 60 miliar.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/ketua-dpd-ppri-cirebon-raya-ucapkan-hari-pers-nasional-2026/

Namun, Dedi menjelaskan pihaknya mendapat saran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar jembatan tersebut ditinggikan. Dengan begitu, ada pilihan konsep kedua dalam pembangunan dengan meninggikan jembatan baru tersebut.

Jika pembangun jembatan sasak geulis itu menggunakan konsep kedua maka dibutuhkan anggaran hingga Rp 100 milar.

Dedi mengungkap progres pembangunan jembatan sudah pada tahap pembebasan lahan. Jika menggunakan konsep pertama yaitu pembangun jembatan tidak ditinggikan maka bisa dilaksanakan tahun ini.

Jika menggunakan konsep kedua yaitu perlu ditinggikan maka menambah biaya sekitar Rp 50 miliar. Namun, pihaknya tetap akan mengusahakan pembangunan jembatan itu tetap dilaksanakan tahun 2026 ini.

Terkait protes masyarakat soal jembatan di Dayeuhkolot tersebut, Gubernur jawa barat Dedi Mulyadi mengapresiasinya. Selain itu, Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanannya keterlambatan penanangan jembatan tersebut.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-tawarkan-skema-tukar-guling-jalan/

“Terima kasih atas kritik warga dan mohon maaf apabila penanganan jembatan tersebut mengalami keterlambatan,” ujar KDM

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan diperlukan waktu, seperti perencanaan, pembebasan lahan dan pembiayaan.

Meski begitu, Dedi kembali menegaskan bahwa rencana pembangunan jembatan baru Sasak geulis itu sudah dianggarkan. Dedi menegaskan Pemprov Jawa Barat terus berkomitmen melakukan yang terbaik bagi warga.

Setahun menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan pembangunan jalan dan jembatan di Jawa Barat selama tahun 2025.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat mengungkapkan data pembangunan perbaikan jalan dan jembatan sepanjang tahun 2025 dari Januari hingga Desember. Total ruas jalan Provinsi yang diperbaiki 418,707 Km dan ruas jalan non Provinsi 19,236 Km.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/jalan-perbatasan-banten-dan-jawa-barat-bak-bumi-sama-langit/

Adapun total panjang ruas jalan tersebut tersebar di 5 wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Selain jalan, KDM juga melakukan pembangunan atau perbaikan jembatan sebanyak 11 di 6 wilayah UPTD tersebut.

Wilayah UPTD I
Cianjur, Depok, Bekasi dan Bogor (1 Jembatan)

Wilayah UPTD II
Sukabumi (3 Jembatan)

Wilayah UPTD III
Bandung, Cimahi, Subang, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Karawang (1 Jembatan)

Wilayah UPTD IV
Garut, Sumedang (2 Jembatan)

Wilayah UPTD V
Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Pangandaran, Kuningan (3 Jembatan)

Wilayah UPTD VI
Cirebon, Indramayu, Majalengka (1 Jembatan)

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!