KDM Yakin Angka Pengangguran Jabar Turun Banyak Pabrik Baru

BANDUNG.Suararadarcakrabuana.com  – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jabar terlihat besar dibanding daerah lain mengingat populasi industri paling banyak berada di wilayahnya.

“Bahwa PHK memang kan kalau Jawa Barat itu kan jumlah perusahaannya banyak karena jumlah perusahaannya banyak otomatis kalaupun ada PHK angkanya pasti tinggi, beda dengan daerah yang perusahaannya sedikit,” katanya di Bandung.

Namun, KDM memastikan pihaknya tidak tinggal diam dengan terus mendorong percepatan industri yang bisa membuka lapangan kerja besar.

“Saya ini setiap hari update data dan kemarin misalnya di Karawang itu kan ada perusahaan dari China dia kemarin groundbreaking untuk membangun pabrik baru itu daya serapnya 3.000 tenaga kerja,” ujarnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/rencana-kdm-bangun-ka-kilat-pajajaran-dikritisi-pengamat/

KDM, sapaan akrabnya, juga menuturkan jika pihaknya sudah mendapatkan komitmen dari investor China yang akan membangun industri di kawasan Sukra, Indramayu.

“Tadi malam saya bertemu lagi ada perusahaan dari China juga akan membangun di kawasan Sukra, jumlahnya 1.000 hektare nanti rekrutmen karyawannya lebih dari 20.000 orang,” katanya.

Lewat upaya pihaknya melakukan pendampingan pada realisasi investasi di lapangan, KDM meyakini angka 15.000 orang yang kena PHK akan terus berkurang.

“Bahwa 15.000 itu nanti ke depan itu akan ter-recovery dengan tumbuhnya lapangan kerja baru,” katanya.

Sembilan bulan menjabat sebagai gubernur, KDM secara konsisten terus menguatkan kebijakan untuk membuat iklim investasi di Jawa Barat makin nyaman.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-tegaskan-pentingnya-peran-kadin-jabar/

Mulai dari urusan memberantas premanisme lewat pembentukan satuan tugas, menghilangkan percaloan tenaga kerja di industri lewat aplikasi Nyari Gawe

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan Pemdaprov Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk menekan potensi PHK.

Pemerintah memberikan kemudahan bagi dunia usaha melalui pemberian stimulan, kemudahan proses perizinan, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung industri.

“Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja juga terus dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan teknis agar calon tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pemprov-jabar-siapkan-500-calon-manajer-pabrik/

Kim menekankan pentingnya penguatan dialog sosial melalui LKS Bipartit dan Tripartit sebagai sarana penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.

Dia menyebut bahwa forum dialog antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha sangat efektif untuk mendorong penyelesaian masalah tanpa harus menempuh PHK.

 

Wonnk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *