Kemenkomdigi Hadirkan Internet Cepat 65 Titik Sekolah Rakyat

JAKARTA,Suararadarcakrabuana.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan infrastruktur internet cepat akan dihadirkan di 65 titik Sekolah Rakyat.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Suprianto, saat meninjau Sekolah Rakyat di SMA Sekolah Rakyat 19 dan 20 Sonosewu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (28/6/2025).

“Total keseluruhan yang sudah siap ada 65 titik. Itu tinggal dieksekusi. Seperti di Purwomatani, tarik kabel satu jam selesai. ODP-nya (optical distribution point) dekat, rata-rata bisa semua masuk fiber,” ujar Toni.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/komdigi-ubah-stmm-mmtc-yogyakarta-jadi-politeknik-digital/

Kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenkomdigi untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sarana pemerataan pendidikan berkualitas.

Menurut Toni, Kemenkomdigi telah menyiapkan jalur full fiber optic dari backbone hingga ke titik akhir di Sekolah Rakyat, bukan sekadar radio link atau satelit.

“Kualitasnya full fiber opticfull fixed broadband. Bukan radio, bukan satelit. Jadi kami benar-benar tarik dari titik akhir langsung ke lokasi sekolah,” tegas Toni.

Baca juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/menkomdigi-minta-prabowo-siapkan-infrastruktur-digital/

“Kalau kebutuhannya hanya 50 Mbps, ya kami siapkan 50. Tapi semua infrastruktur sudah disiapkan untuk bisa sampai 100 Mbps, dedicated,” ujar Toni.

Sedangkan dari sisi infrastruktur, lokasi-lokasi Sekolah Rakyat dinilai cukup strategis sehingga proses instalasi cepat dilakukan. Rata-rata jarak ODP ke sekolah hanya puluhan hingga ratusan meter.

“Paling jauh sekitar 3 kilometer, tapi mayoritas 50 sampai 500 meter. Bahkan ada yang hanya 59 meter. Karena sekolah rakyat yang 100 pertama ini kebanyakan berada di daerah perkotaan,” ungkap Toni.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-gelar-ratas-usai-temui-pm-malaysia/

Toni memastikan tidak akan ada bottleneck atau kendala teknis dalam distribusi internet. Pemerintah menjamin keandalan layanan melalui kerja sama dengan operator telekomunikasi yang memiliki SLA (Service Level Agreement) tinggi.

“Redundansi luar biasa. SLA sudah 99 sampai 99,9 persen. Tidak ada isu kehandalan. Kami sangat menjamin pelancaran internet untuk Sekolah Rakyat,” tegasnya

Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!