JAKARTA, Suararadarcakrabuana.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiapkan skenario evakuasi untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) seiring meningkatnya eskalasi akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
“Kami menyiapkan berbagai skenario, termasuk evakuasi dan pengetatan penempatan. Semua langkah disusun berbasis informasi faktual, koordinasi diplomatik, dan prinsip kehati-hatian,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam siaran pers, Selasa (3/2/2026).
Mukhtarudin megatakan, Kementerian P2MI bersama Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia Timur Tengah bersikap proaktif dalam merespons situasi yang berkembang dengan dinamis.
Oleh arena itu, Direktorat Jenderal Pelindungan Kementerian P2MI membentuk Tim Crisis Monitoring Geopolitik. Tim ini bertugas mendata dan memperbarui data secara real-time terhadap ribuan
PMI di negara-negara terdampak, termasuk wilayah yang sempat terkena serangan seperti Qatar dan area sekitar instalasi militer.
Soal Situasi Gaza, Indonesia-Jordania Sepakat Bertukar Data Intelijen Pemetaan zona berisiko tinggi juga terus diperbarui agar pemerintah bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Sebagai langkah pencegahan, PMI diminta menjauhi titik konflik, pangkalan militer, dan lokasi rawan.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/tetangga-ri-akan-evakuasi-warga-dari-timur-tengah/
Jika perlu, mereka diminta pindah ke tempat yang lebih aman. Kanal pengaduan juga diperkuat untuk menampung laporan terkait ancaman keamanan, keterlambatan gaji, pemutusan kerja, hingga permintaan pemulangan ke Indonesia.
Pemerintah juga berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Teheran, Riyadh, Doha, dan Abu Dhabi, untuk menyamakan data dan menyiapkan rencana darurat.
Wonk Alit/SRC




