Bogor. SUARARADARCAKRABUANA.COM – Awalnya dengan lantang Emen Hidayat berani membongkar pemotongan bantuan Kompensasi untuk para supir angkot dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, mendadak nyali Emen menciut. Ini patut untuk dipertanyakan, ada apa sebenarnya dibalik semua ini?
Kini Suara Emen salah satu supir angkot puncak Bogor, tidak selantang yang ia sampaikan pertama kali dengan Dedi Mulyadi.
Bahkan dalam unggahan di sosial media Emen meralat ucapannya lewat surat pernyataan dan Emen membuat klarifikasi setelah dipanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
Terkait isu Dana Kompensasi disunat, kemudian Gubnernur Jabar Dedi Mulyadi menelpon dan meminta keterangan dari sopir angkot. Setelah mengetahui ternyata sopir angkot Puncak Bogor tidak menerima penuh uang kompensasi dari pemberiannya. (Ig/dedimulyadi71)
Sebelumnya, Emen mengaku ia dan sejumlah sopir angkot lainnya menjadi korban pemotongan uang bantuan dari Dedi Mulyadi. Emen awalnya mengaku uang bantuannya disunat Rp 200 ribu oleh oknum KKSU, Dishub dan Organda.
Padahal seharusnya, sopir angkot Puncak sudah dijatahkan mendapat bantuan uang Rp1 juta dan Rp500 ribu dalam bentuk sembako.
Setelah lantang membongkar soal pemotongan uang bantuan, Emen kini justru membuat surat pernyataan menarik ucapannya.
“Dengan ini menyatakan dana kompensasi dari Gubernur bapak Dedi Mulyadi,” ucap Emen.
Isi Dalam Surat penyataan yang ditulis Emen Ada tiga point ;
Poin Pertama
Dia menyatakan bahwa Organda dan Dishub Kabupaten Bogor tidak terlibat dalam pemotongan dana bantuan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
“Adapun pihak terkait Organda dan Dishub itu tidak terkait dengan program tersebut hanya ada di lokasi yang memberikan kompensasi tersebut tidak ada keterkaitan dengan masalah tersebut,” katanya.
Point Kedua,
Emen menyatakan ada 430 angkot Puncak yang menerima bantuan Gubernur Jabar, menurutnya total hasil pemotongan bantuan sebanyak Rp 11.200.000.
“Dana kompensasi tersebut sudah dibagikan ke sopir-sopir angkot Cisarua Kabupaten Bogor berjumlah 430 unit dan ada yang dipotong ada yang tidak, ada yang ngasih ada yang tidak. Jumlahnya Rp 11.200.000 yang dipinta,” papar Emen.
Point Ketiga
Emen menyatakan bahwa masalah pemotongan dana bantuan Gubernur Jabar KDM sudah selesai dan Em juga meralat ucapannya saat ditelepon Dedi Mulyadi.
“Alhamdulillah dari ini semua udah clear dengan semuanya dan apa yang dibicarakan dengan Gubernur Dedi Mulyadi itu hanya klarifikasi saja maka dengan ini saya ralat.” ujar nya
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polisi-tutup-jalur-ke-puncak-dari-cianjur-antisipasi-macet-total/Pasalnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersih kukuh untuk tetap memproses hukum pelaku pemotongan dana bantuan untuk supir angkot Puncak.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dan ditandatangani tanpa ada paksaan dari manapun. Dan saya mohon maaf sebesarnya terutama pada Organda dan Dishub Kabupaten Bogor,” ungkap Emen sopir angkot Puncak.
Dedi Mulyadi Tetap Ancam Polisikan Oknum dengan Alih-alih selesai, nampaknya upaya Emen menjadi sia-sia.
Pasalnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersihkukuh untuk tetap memproses hukum pelaku pemotongan dana bantuan untuk sopir angkot Puncak.
“Sopirnya sudah menyampaikan pernyata sudah dibalikin,” katanya.
KDM menganggap meski uang hasil sunat bantuan itu sudah dikembalikan, namun proses hukum harus tetap berjalan.
Baca juga ;
“Saya sih selidiki saja agar itu tidak menjadi kebiasaan. Kalau barangnya sudah dikembalikan soal lain, tapi BAP-nya (Berita Acara Perkara) harus tetap ada,” Tandas Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, tindakan pemotongan uang kompensas spuir angkot sudah termasuk tindak pidana dan merugikan ratusan supir, khususnya para supir angkot di wilayah Bogor.
RED





