Jsambi. Suararadarcakrabuana.com – Perusahaan di Kamboja tempat ribuan orang pekerja melakukan scam love, berpagar 5 meter tinggi dan dijaga seratusan orang.
Andri Budi Sanjaya, warga Jambi korban penipuan lowongan kerja (loker scam) di Kamboja, menceritakan situasi perusahaan tempatnya pernah bekerja.
Dia menggambarkan kompleks perusahaan tersebut memiliki sekitar 20 gedung di atas lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare. Lahan perusahaan dikelilingi pagar setinggi sekitar lima meter dan dijaga 70-100 orang.
Menurut Andri, bangunan itu menyerupai deretan ruko empat lantai, para penjaga dilengkapi alat setrum, sehingga kecil kemungkinan pekerja dapat melarikan diri.
Andri Budi Sanjaya menyebut seluruh akses dijaga ketat dan pekerja hanya bisa bergerak di sekitar kompleks gedung.
Menurut Andri, untuk pekerja bisa melarikan diri atau melapor KBRI bukan perkara mudah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menjadi satu-satunya harapan untuk kabur.
Namun, upaya tersebut berisiko tinggi jika diketahui pihak perusahaan, Ia bahkan mengaku menyaksikan dua orang ditembak mati di hadapannya.
Menurutnya, ada korban yang meninggal akibat tekanan pekerjaan, bunuh diri dengan melompat dari gedung, hingga diduga dibunuh pihak perusahaan. Dia juga menyebut pekerja perempuan yang tidak mencapai target berisiko mengalami kekerasan seksual.
Andri turut membenarkan kabar meninggalnya seorang WNI bernama Muhammad Erlangga asal Palembang yang terjatuh dari lantai 18 Gedung Royal Fortune di Kamboja pada Selasa (17/2/2026) kemarin.
Informasi itu ia peroleh dari rekan-rekannya sesama korban loker scam, Andri menuturkan sejumlah jenazah korban diduga dibuang ke Sungai Mekong.
Sungai tersebut diketahui melintasi enam negara, yakni Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Hingga kini, Andri mengaku belum mendapat kabar mengenai seorang korban asal Jambi lainnya, Audy Lyliana Putri. Dia juga belum memperoleh informasi terkait jadwal kepulangan para WNI yang berada di pengungsian.
Di tengah situasi sulit, para korban tetap menjalankan ibadah Ramadan di penampungan. Andri Budi Sanjaya membagikan video suasana salat tarawih pada Jumat (20/2/2026), yang memperlihatkan sejumlah pengungsi beribadah sementara lainnya beristirahat.
Warga Jambi itu itu mengirim video koper-koper mereka tampak tersusun di area pengungsian. Ia juga membagikan momen sahur, di mana para korban duduk bersama mengelilingi makanan yang disediakan.
Menurut Andri, makanan sahur berasal dari donasi yang dikumpulkan, termasuk bantuan dari KBRI dan pemerintah.
“Kami sahur dengan uang sumbangan dan donasi yang dikumpulkan. Ada dari KBRI, ada dari pemerintah juga, dan dari teman-teman di sini,” ujarnya.
Para korban juga menerima bantuan logistik dari KBRI Kamboja berupa sabun dan obat-obatan. Dalam video yang dibagikan Andri, terlihat sejumlah kardus diturunkan dari kendaraan KBRI dan dibagikan kepada para pengungsi.
Selain logistik, bantuan makanan berbuka puasa juga telah disalurkan di dalam foto yang dikirimkan Andri, terlihat nasi dan ikan goreng yang dikemas dalam wadah plastik sekali pakai.
Wonk Alit /SRC




