Jakarta. Suararadarcakrabuana.com – Seorang Perwira TNI Angkatan Darat dari Korps Hukum memborong prestasi dan gelar langka di kancah internasional. Dia Adalah Kolonel Chk Arief Fahmi Lubis yang berhasil menyelesaikan pendidikan National Security and War Course di National Defence University (NDU) Islamabad, Pakistan, yang setara dengan pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), sekaligus meraih gelar Master of Defence Studies (MSDS).
Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (13/7), prosesi wisuda dan penutupan pendidikan Kolonel Arief ini langsung dipimpin oleh Lieutenant General Babar Iftikhar, HI(M) serta dihadiri sivitas akademika NDU dan Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Pakistan, Kolonel Inf Henru Hidayat Susanto.
“Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi TNI Angkatan Darat sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berprestasi di lingkungan pendidikan strategis internasional,” tulis Dispenad.
Baca Juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/seskab-teddy-beri-pembekalan-ke-1-600-taruna-akmil/
Selama satu tahun pendidikan, Kolonel Arief memperoleh pembekalan komprehensif di bidang strategi pertahanan, keamanan nasional dan internasional, kepemimpinan strategis, serta proses pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan nasional dan global, dengan fokus pada dinamika keamanan kawasan Asia Selatan.
Keikutsertaan dan keberhasilan Kolonel Chk Dr. Arief Fahmi Lubis dalam program tersebut menunjukkan kapasitas intelektual, kemampuan adaptasi, serta daya saing prajurit TNI Angkatan Darat dalam merespons perkembangan lingkungan strategis global.
Terlebih, hanya dua Pasis yang diizinkan melaksanakan interview dengan Presiden NDU. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan organisasi, khususnya di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan nasional.
National Defence University Islamabad merupakan salah satu institusi pendidikan pertahanan paling bergengsi di kawasan Asia Selatan yang secara konsisten mencetak pemimpin sipil maupun militer di tingkat strategis.
Baca Juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/ksp-dudung-suapin-mbg-ke-anak-sd-di-purwakarta/
Pada Tahun Akademik 2025–2026, program tersebut diikuti 272 peserta, termasuk 49 perwira internasional dari 26 negara sahabat, sehingga menjadi wadah penting bagi pertukaran wawasan, pengalaman, dan jejaring strategis antarnegara.
Sumber Dispenad
RED/SRC




