Sukabumi, Suararadarcakrabuiana.com – Banjir merendam puluhan hektare lahan pertanian dan permukiman warga di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (13/4/2025) sore. Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Cipangasahan setelah hujan deras melanda wilayah tersebut
Air yang meluap tiba-tiba membuat warga tak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Salah seorang warga, Endang (60), mengatakan air mulai memasuki rumah tanpa disadari.
“Kami tidak sadar kalau air sudah mulai meluap ke belakang rumah. Semua perabotan, termasuk alat elektronik, kasur, kursi, terendam air. Kami hanya bisa berbenah sebisanya,” kata Endang.
Baca Juga:
Menurut Endang, banjir di Sukabumi kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Ia menduga, selain karena hujan ekstrem, banjir juga diperparah oleh penggundulan lahan sawit di wilayah hulu.
Endang mengungkapkan, lebih dari 20 hektare sawah terendam banjir, sehingga petani terancam mengalami gagal panen.
“Baru tanam padi langsung terendam. Kami mohon perhatian dari pemerintah. Jangan sampai petani terus jadi korban,” tambahnya.
Baca Juga:
Kepala Desa Sukasirna Deni Riswandi mengatakan banjir akibat luapan sungai memang kerap terjadi, tetapi intensitas curah hujan beberapa minggu terakhir membuat kondisinya semakin parah.
“Dari dahulu memang sering terjadi banjir saat hujan besar, tetapi sekarang intensitasnya sangat tinggi. Selain faktor alam, ada juga pengaruh dari perkebunan sawit. Saat ini sawitnya sedang mati, jadi sisa airnya mengalir ke perkampungan,” kata Deni.
Tiga kampung yang terdampak paling parah adalah Kampung Pangasahan, Babakan Banten, dan Kampung Cieurih, dengan ketinggian air sempat mencapai 50 sentimeter di beberapa titik. Untuk saat ini, pemerintah desa melakukan evakuasi warga terdampak banjir Sukabumi, serta pendataan kerusakan lahan pertanian dan rumah warga
Kaperwil Jabar ; JEJEN
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH




