BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan memerintahkan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Jabar untuk menindak tegas aksi geng motor. Instruksi ini dikeluarkan menyusul insiden penyerangan oleh geng motor di Kabupaten Cirebon.
“Saya perintahkan 8 kasus atensi, salah satunya adalah masalah geng motor harus ditindak secara tegas dan profesional demi kenyamanan dan keamanan wargi Jabar,” kata Rudi, Senin (9/6/2025).
Rudi menegaskan bahwa penanganan geng motor dilakukan secara kolaboratif bersama bupati, wali kota, forkopimda, ulama, dan tokoh masyarakat.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polresta-cirebon-tangkap-9-anggota-genk-motor/
Aksi geng motor di Cirebon terjadi pada Rabu (4/6/2025) dini hari. Sekelompok pemuda menyerang permukiman warga di Blok Tumaritis, Desa Megu Gede, Kecamatan Weru. Aksi mereka terekam CCTV dan viral di media sosial.
Gerombolan tersebut masuk ke gang permukiman, sebagian berjalan kaki sambil menyisir rumah dan toko di sekitar lokasi.
“Kasus penanganan geng motor di Cirebon, kami mengamankan 9 diduga pelaku terdiri dari lima orang dewasa, dan empat anak di bawah umur. Kami sedang mendalami perannya masing-masing dengan dilakukan pemeriksaan di Polsek Weru, Polresta Cirebon,” ujar Rudi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menambahkan, polisi masih memburu terduga pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Dalam penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua bilah celurit panjang, satu bilah besi, satu bilah corbek berkarat, dua buah batu bata merah, pecahan kaca, dan satu botol anggur merah yang sudah pecah.
Humas Polda Jabar
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH





