Pihak SMAN Tengah Tani Bantah Tudingan Pungut Biaya Sekolah

Cirebon. Suararadarcakrabuana.com – Viralnya terkait pemberitaan seorang pelajar SMAN Tengah Tani Kabupaten  Cirebon yang nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai, karena tudak mampu bayar biaya sekolah dan dikeluarkann dari sekolah. Tenyata berita tersebut tidak benar dan dtayangkan oleh salah satu media Nasional tanpa ada konfirmasi dulu dengan pihak sekolahan.

Menurut keterangan dari kepala sekolah SMAN  ibu Hj, Euis pihaknya tidak pernah memungut biaya kepada siswa didiknya. Namun Kepsek SMAN Tengah Tani dikejutkan dengan pemberitaan seolah – olah menyudut pihak sekolah

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tawarkan-geng-motor-cirebon-pekerjaan-celurit-jadi-sapu/

” Siswa berinisial M sejak juli 2024 sedang kami cari, kenapa ga masuk sekolah. bahkan saya menyuruh mencari keberadaan tempat tinggal nya. tiba tiba ada berita ada siswi didik kami minum racun karena tidak ada biaya dan dikeluarkan dari sekolah kami . Kami tidak ada pungutan apapun, kenapa pihak media menaikan berita tanpa konfirmasi dulu ke kami.’ Ujar Ibu Euis Kepsek SMAN Tengah Tani saat di Konfirmasi oleh awak media suararadarcakrabuana.com

Di waktu yang sama H. Uus selaku pendiri SMAN Tengah Tani turut angkat bicara terkait tayangnya berita yang mengejutkan dan tersebar di beberapa gruop whatsapp.

”  Saya merasa SMAN Tengah Tani dipojokan seolah olah pihak sekolah melakukan pungli, itu pemberitaan sepihak karena tidak konfirmasi dulu dengan pihak sekolahan. itu jelas telah melanggar kode etik jurnalistik dan itu pasti ada sanksi nya. saya tegaskan berita terrsebut tidak benar.” Ujar H. uus senin (10/6/2025)

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/digitalisasi-sistem-keuangan-desa-resmi-diluncurkan-jawa-barat/

Namun yang lebih ironisnya dari pihak pemda Kabupaten Cirebon maupun dari dinas yang terkait tidak perhatian ataupun dukungan moril terhadap permasalahan yang menimpa SMAN Tengah tani

” Secara logika seharusnya pihak pemda Kabupaten Cirebon dan Dinas terkait memberikan perhatian serta mencarikan solusi dalam permasalah tersebut, masa peristiwa di Kabupaten Ciebon. Tetapi mengapa sampai Gubernur Jabar turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut. sungguh ironis sekali birokrasi di kabupaten cirebon seolah olah tutup mata dan tutup telinga.”  ujar Fredi

Pihak sekolah mengatakan ke awak media bahwa semenjak berdirinya SMAN Tengah Tani, baik dari Bupati, Dinas Pendidikan maupun DPRD komisi 5 Kabupaten Cirebon, tidak satu pun ada yang datang berkunjung. Ada pepatah Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, tapi semut yang jauh diseberang terlihat

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-ke-geng-motor-cirebon-dipenjara-dipesantrenkan/

” Jadi sebenar apa fungsi Bupati, Dinas Pendidikan dan DPRD Komisi 5  . apakah SMAN Tengah Tani tidak diakui sebagai warga Kabupaten Cirebon, sehingga dipandang sebelah mata oleh mereka. Dimana rasa Empati mereka.”ungkapnya

 

 

Sumber pendiri SMAN Tengah Tani cirebon

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!