Ketua MA Peringatkan Tak Boleh Ada Transaksional, Saya Copot!

jAKARTA, SUARARADARCAKRABUANA.COM Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto menegaskan, MA tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan dan pelayanan transaksional di lingkungan peradilan.

Sunarto memperingatkan bahwa aparat peradilan yang kedapatan menerima gratifikasi bakal langsung dicopot, berapa pun besar uang yang mereka terima.

“Apalagi Rp 1 juta, Rp 100 juta. Rp 100 ribu saja saya copot jabatannya, saya nonpalu-kan. Ini bukan ancaman, tapi ini dalam rangka menjaga martabat dan kehormatan saudara-saudara,” tegas Sunarto.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/pengamat-militer-usulkan-gibran-mundur-sukarela/

Sunarto menekankan pentingnya menjaga kehormatan lembaga peradilan, apalagi Presiden Prabowo Subianto sudah menunjukkan penghormatan tinggi kepada para hakim dengan menaikkan gaji hakim.

Sunarto juga menyampaikan analogi keras tentang bahaya praktik pelayanan transaksional, yang ia ibaratkan seperti meminum air laut.

“Kalau mau bukti nanti ke Ancol ya, jalan-jalan, minum. Caranya dari sini lari dulu ke Ancol, kan haus ya. Kalau jalan kurang haus, lari dulu ke sana rame-rame. Buktikan, minum, apakah bisa menghilangkan rasa haus saudara? Malah akan haus terus,” sindirnya.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/bareskrim-polri-ungkap-jaringan-internasional-tppo-di-bahrain/

Ia menutup dengan mengajak seluruh hakim merenungkan kembali lirik himne Mahkamah Agung sebagai pengingat komitmen moral.

“Saudara perlu merenungkan lirik himne Mahkamah Agung yang berbunyi: ‘Di Mahkamah Agung, kami wujudkan keadilan untuk semua bagi Indonesia,’” kata Sunarto.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa gaji para hakim akan naik secara bervariasi sesuai dengan golongannya

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Indonesia ke-8, hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikkan demi kesejahteraan para hakim dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan,” kata Prabowo, di acara pengukuhan calon hakim.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-minta-ketidakhadiran-pramono-di-konferensi-infrastruktur-diselidiki/

Prabowo menegaskan, keputusannya menaikkan gaji hakim bukan untuk memanjakan, tetapi  untuk menciptakan sistem hukum yang berkeadilan.

Menurut Prabowo, lebih baik menggunakan anggaran untuk menaikkan gaji hakim daripada habis dicuri oleh maling negara.

“Itu tidak memanjakan. Daripada uang negara dicuri oleh makhluk-makhluk yang enggak jelas itu. Berkali-kali saya kasih peringatan ya, tapi mungkin orang Indonesia kalau enggak, kalau dikasih peringatan itu masih enggak mempan,” PungPresoden Prabowo.

RED/RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!