Pengamat Militer Usulkan Gibran Mundur Sukarela

CIBUBUR.SUARARADARCAKRABUANA.COM – Pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional Jakarta, Selamat Ginting, menyarankan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mempertimbangkan langkah mundur dari jabatannya guna meredam eskalasi politik nasional yang terus memanas.

Ia menilai, opsi itu lebih bijak ketimbang membiarkan proses pemakzulan berjalan yang berpotensi panjang dan penuh kegaduhan.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/bareskrim-polri-ungkap-jaringan-internasional-tppo-di-bahrain/

Ginting mengingatkan bahwa konstitusi membuka ruang pemakzulan bagi presiden dan wakil presiden bila terbukti melakukan lima jenis pelanggaran berat: pengkhianatan terhadap negara, korupsi, suap, kejahatan berat, dan tindakan tercela.

Ia menyinggung potensi kasus lama yang dapat menyeret Gibran, termasuk dugaan keterkaitan dengan akun anonim Kaskus bernama “Fufufafa”, yang disebut pernah menghina sosok Prabowo Subianto sebelum menjadi presiden.

“Akun Fufufafa itu bisa dikategorikan sebagai penghinaan terhadap tokoh politik, bahkan presiden saat ini. Itu bisa digolongkan sebagai tindakan tercela,” jelas Ginting.

Ia juga menyoroti kemungkinan pelanggaran moral lainnya yang berasal dari unggahan atau komentar Gibran di masa lalu, termasuk yang berbau pelecehan terhadap figur publik perempuan.

“Misalnya soal pernyataan soal fisik artis. Itu bisa jadi masalah serius, karena menyangkut etika dan moral publik,” tambahnya.

Meski proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) relatif panjang, Ginting menyebut bahwa secara politik, DPR bisa bergerak lebih cepat.

Ia memprediksi tanggal 20 Juni akan jadi momentum penting, karena di hari itu usulan pemakzulan dijadwalkan masuk ke pembahasan DPR.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/desakan-pemakzulan-wapres-gibran-menguat-akun-instagram/

“Cuma butuh 25 anggota DPR untuk mulai membentuk pansus. Dua fraksi saja sudah cukup untuk memulai,” ungkapnya.

Ia memprediksi PDIP dan Partai Demokrat, dua partai yang dinilainya pernah dirugikan oleh Presiden Joko Widodo, kemungkinan besar akan menjadi motor utama mendorong pemakzulan.

Ia juga menyebut peran Kepala BSSN, Letjen (Purn) Nugroho Sulistyo Budi—mantan Tim Mawar yang kini dekat dengan Presiden Prabowo—sebagai figur penting dalam mengungkap identitas pemilik akun Fufufafa.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/fpp-tni-mengapa-tuntutan-pemakzulan-gibran-sulit-terlaksana/

“Presiden Prabowo pasti tahu siapa yang ada di balik akun itu. Dengan posisi Pak Nugroho di BSSN, itu bisa ditelusuri dengan mudah,” katanya.

Ginting pun menegaskan bahwa membuka fakta-fakta ini di ruang publik hanya tinggal menunggu momentum.

“Kalau sudah masuk sidang, semua bisa dibuka. Dan siapa pun yang bersaksi tak boleh berbohong. Ini bisa jadi titik balik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!