Dedi Mulyadi Bakal Tutup 276 Tambang Ilegal di Jabar

Bandung, Suararadarcakrabuana.comGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku akan segera menutup 276 tambang ilegal di Jawa Barat. Ia pun merasa geram hingga menyinggung terkait lingkungan. Figur Dedi Mulyadi memang kerap jadi sorotan. Apalagi sejak Dedi Mulyadi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Pasalnya, Dedi Mulyadi sering melahirkan kebijakan dan program yang cukup kontroversial seperti barak militer, vasketomi sebagai syarat bansos dll. Gebrakan-gebrakan Dedi Mulyadi itu lah yang membuatnya sering jadi perbincangan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku akan segera menutup 276 tambang ilegal di Jawa Barat. Seperti baru-baru ini, Dedi Mulyadi bakal menutup 276 tambang ilegal di Jabar. Gubernur Jabar itu juga menyinggung soal pentingnya menjaga lingkungan.

Dedi menyebutkan ada 276 galian ilegal yang berpotensi merusak lingkungan di Jabar. Ia pun ingin menutup ratusan galian tersebut dengan target selesai pada Agustus 2025.

Sebelumnya, Dedi juga menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Hal itu diungkap Dedi dalam pidatonya saat hadir di Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-383.

Tak hanya bersuara, pria yang akrab disapa KDM ini juga bertekad menutup galian tambang tak berizin. Selain itu, ia juga ingin mengevaluasi tambang yang berizin apakah merusak alam atau tidak.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-intruksikan-inspektorat-periksa-kades-nyawer-di-cirebon/

“Yang tidak berizin kami tutup, yang berizin kami evaluasi, saya akan lebih mementingkan lingkungan dibanding memperkaya orang-orang yang mencari keuntungan sendiri,” tambah Dedi.

Menurut Mantan Bupati Purwakarta itu, lingkungan yang rusak akan merugikan generasi penerus mendatang karena alam yang subur merupakan hal utama bagi kemakmuran masyarakat. Ia juga menyebut dalam budaya Sunda, alam bukan hanya sebagai sumber daya, melainkan bagian dari kehidupan.

“Merusak alam sama saja dengan merusak generasi berikutnya. Kita harus berpikir anak cucu, dalam budaya kita, merusak alam itu dosa besar,” kata dia.

Dedi pun meminta pemerintah daerah, tokoh adat dan generasi muda agar lebih aktif menjaga pelestarian lingkungan. Menurutnya, kesadaran itu menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/deretan-kontroversi-giant-sea-wall-yang-disebut-prabowo/

“Kalau alamnya subur, saya yakin suatu daerah akan makmur,” ujar dia.

Sekadar informasi, Dedi Mulyadi sempat menangis saat terjadi musibah longsong tambang galian C Gunung Kuda, Cirebon pada (30/05/2025). Insiden itu memakan banyak korban.

Saat musibah itu terjadi, Dedi Mulyadi menangis dan mengatakan bahwa insiden itu terjadi akibat kelalaian pemerintah. Untuk itu, Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar pun akan bertanggung jawab dalam membiayai sekolah dan kebutuhan anak-anak para korban longsor.

“Seluruh anak-anak yang di bawah umur baik yang sekolah maupun yang tidak sekolah semuanya menjadi tanggung jawab saya untuk makan dalam setiap harinya. Pak Sekda tolong dicatat, kepala dinas mencatatkan yang sekolah untuk tetap bersekolah.”

“Yang SD tetap sekolah SD, yang masuk SMP masuk SMP, yang SMA masuk SMA enggak boleh putus sekolahnya dan semuanya menjadi tanggung jawab gubernur untuk makan dan pendidikannya, karena ini kelalaian kami.”

“Kelalaian negara tidak hadir memberikan tindakan yang nyata terhadap sebuah peristiwa yang akan dan pada akhirnya menimbulkan korban jiwa,” kata Dedi.

Dedi juga meminta agar keluarga korban tidak perlu khawatir untuk biaya makan dan sekolah anak-anak mereka. Pasalnya, semua itu akan ditanggung oleh Dedi Mulyadi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/larangan-rapat-di-hotel-utang-pemprov-jabar-360-m-ke-bpjs/

“Jadi Ibu enggak usah khawatir terhadap makan dan susu anak-anaknya saya menanggung seluruh biaya hidup anak-anaknya dan saya menanggung biaya pendidikannya,” jelas Dedi.

Tak ingin terjadi hal yang sama, kini Dedi Mulyadi bakal menutup ratusan tambang ilegal di Jabar. Gubernur Jawa Barat itu juga mengaku akan mengevaluasi tambang-tambang di Jawa Barat.

Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!