SUBANG. SUARARADARCAKRABUANA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan langsung menangani kasus penganiayaan yang dialami Meilanie (46) yang dianiaya putranya sendiri, Mochamad Ichsan Ezra Candra (23).
Dedi Mulyadi pun menjemput langsung Meilanie dari kediamannya, di Perumahan Irigasi blok D14 RT 7 RW 11, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Meilanie yang ditemani kerabatnya, Joko Untung kemudian dibawa ke kediaman Dedi Mulyadi, Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (23/6/2025).
Kehadiran Meilanie dan Joko Untung diabadikan Dedi Mulyadi lewat kamera ponselnya dan diunggah lewat instagramnya @dedimulyadi71 pada Senin (23/6/2025).
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/tampang-anak-durhaka-viral-aniaya-ibu-kandung/
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menunjukkan kondisi terkini dari Meilanie.
“Ya walaupun tangannya bengkak banget, saya akhirnya bertemu dengan ibu yang sangat istimewa, ibu siapa bu?” tanya Dedi Mulyadi kepada Meilanie.
“Ibu Meilanie,” jawab Meilanie pelan.
“Kalau bapak?” tanya Dedi Mulyadi lagi kepada seorang pria di sebelah Meilanie.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bela sungkawanya atas musibah yang dialami oleh Meilanie.
Diketahui, Meilanie (46) dianiaya putra kandungnya sendiri Mochamad Ichsan Ezra Candra (23) di rumahnya, Perumahan Irigasi blok D14 RT 7 RW 11, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Peristiwa yang terekam kameran CCTV itu pun viral di media sosial.
“Kemarin mendapat musibah, penganiayaan yang dilakukan oleh putranya, dan sekarang sudah berproses ya bu ya? di Polsek mana putranya sekarang?” tanya Dedi Mulyadi.
“Polsek Kemang,” jawab Meilanie pelan.
“Sudah berproses di Polsek Kemang, doain supaya ibunya sehat karena mengalami pemukulan di kepala, hari ini akan dibawa ke rumah sakit untuk di ct scan,” ungkap Dedi Mulyadi.
“Ada sebenarnya peristiwa yang terjadi dalam peristiwa ini, yaitu ternyata rumah bapaknya dalam penugasan bank yang akan dilelang, karena dulu pernah dijaminkan ke bank untuk pinjaman modal usaha putranya,” beber Dedi Mulyadi.
Atas hal tersebut, Dedi Mulyadi mengaku akan membeli rumah tersebut dan Dedi Mulyadi pun mempersilakan Meilanie dan Joko Untung tinggal di rumah itu sampai kapanpun.
“Rumah itu akan saya beli dan selanjutnya ditinggali oleh bapak dan ibu sampai kapanpun,” ujar Dedi Mulyadi disambut raut bahagia keduanya
“Sampai kapanpun, ibu berhak mendiami rumah tersebut sampai kepanpun,” tambah Dedi Mulyadi.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-minta-jeje-pukul-tambang-liar-supaya-bubar/
Tak dapat berkata-kata, Meilanie hanya menyebut kalimat Thayyibah.
“Masya Allah,” ujar Meilanie.
“Selama ibu masih tinggal di dunia, rumah itu boleh ibu tinggalin,” ujar Dedi Mulyadi dengan mata berkaca-kaca.
“Terima kasih Pak Dedi, semoga selalu sehat,” ujar Joko Untung.
Postingan Dedi Mulyadi pun menuai simpati masyarakat. Doa dan harapan disampaikan masyarakat atas kebaikannya kepada Meilanie dan Joko Untung.
Diberitakan sebelumnya, aksi penganiayaan yang mengiris hati terjadi di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Seorang ibu bernama Meilanie (46) dianiaya putra kandungnya, Mochamad Ichsan Ezra Candra (23).
Aksi yang terekam kamera dan viral di media sosial itu merekam momen Ezra menghardik ibunya, menuai kecaman itu disoroti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pria yang akrab disapa KDM itu pun segera menjemput Meilanie pada Senin (23/6/2025) pagi. Kabar tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Tri mengatakan, upaya penyelamatan itu sebagai bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.
“Tadi pagi sudah dijemput. Saya kira itu adalah bentuk perhatian ya bahwa memang kepala daerah harus begitu,” kata Tri di Plaza Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Senin (23/6/2025).
Tri menilai langkah Dedi Mulyadi guna pendampingan psikologis. Mengingat, luka lebam yang dirasakan Meilanie tak sesakit hatinya setelah dianiaya putra sendiri.
“Mungkin lebih bagaimana pak Gubernur ingin mendalami lebih dalam lagi secara psikologis dan tentu sama dengan seperti saya tentu akan memberikan motivasi semangat kepada seorang ibu yang terluka hatinya,” jelasnya.
Tri, mengakui sangat sedih sekaligus marah ketika mengetahui berita penganiayaan tersebut.
“Saya sangat sedih dan marah sebetulnya dengan kondisi yang terjadi,” tuturnya.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-ultimatum-bupati-jeje-berantas-tambang-ilegal-di-kbb/
Terpisah, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto tak bisa berkata-kata ketika diwawancarai sejumlah jurnalis terkait kasus Meilanie (46) yang dianiaya putranya sendiri, Mochamad Ichsan Ezra Candra (23).
Air mukanya sedih dan matanya terlihat berkaca-kaca. Berulang kali, Tri terlihat menarik nafas mengatur emosinya sembari berusaha tersenyum.
“Saya kalau perempuan..,” ungkap Tri sembari menahan tangis ketika ditemui di Plaza Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Senin (23/6/2025).
“Sudah lah ya,” ungkapnya tak melanjutkan kalimat.
Tri menegaskan sangat sedih sekaligus marah terkait peristiwa tidak terpuji yang dilakukan Ezra terhadap Meilanie. Seharusnya Meilanie yang merupakan sesosok ibu harus disayang dan dihormati.
“Saya sangat sedih dan marah sebetulnya dengan kondisi yang terjadi,” jelasnya.
Tri menuturkan dirinya sudah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendampin; gan psikologis terhadap Meilanie. Selain itu dirinya berniat untuk menemui Meilanie secara langsung untuk memberikan dukungan kepada moril.
“Pihak kami melakukan pendampingan psikologi terhadap Meilanie, tadi malam (Minggu (23/6/2025) psikolog sudah masuk dan hari ini memang rencananya saya akan berkunjung untuk memberikan rasa motivasi, ya bagaimanapun juga saya sangat sedih,” tuturnya.
Aksi penganiayaan yang dialami Meilanie serupa dengan kisah rakyat ‘Malin Kundang’. Sang anak, Ezra menganiaya ibu kandungnya, Meilanie di Perumahan Irigasi blok D14 RT 7 RW 11, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur karena tidak diberikan uang.
Janda sejak tahun 2006 itu tidak bisa menuruti permintaan putranya lantaran benar-benar tidak memiliki uang. Meski uang yang diminta Ezra hanya sebesar Rp 30.000.
“Saya lagi kerja di tetangga, terus saya dipanggil anak saya dan saya tanya ada apa, terus dia (Ezra) minta cariin uang Rp 30 ribu dan saya tanya buat apa katanya buat berangkat kerja,” kata Meilanie saat dikonfirmasi, Senin (23/6/2025).
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/bantuan-pbi-jk-tercoret-bisa-diusulkan-kembali/
Meilanie menjelaskan Ezra sempat meminta dirinya yang tidak punya uang untuk mencari pinjaman, kemudian Meilanie mengikuti kemauan Ezra dan berupaya meminjam uang ke tetangga. Namun, setelah berkeliling ke rumah tetangga, tak ada tetangga yang meminjamkannya uang.
“Saya disuruh minjem uang, tapi tidak ada yang pinjemin, terus saya taruh handphone saya di atas meja dan bilang ‘Tidak ada lagi kosong’ tapi Ezra bilangnya saya banting handphone, saya bilang tuh tidak dibanting kok, orang cuma taro aja, dari situ langsung kesal dan aniaya saya,” jelasnya.
Seperti diketahui, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan pihaknya meringkus Ezra lantaran kasus penganiayaan terhadap Meilanie.
Penganiayaan itu sebelumnya terjadi pada Rabu (18/6/2025) di kediaman Meilanie dan Ezra. Peringkusan dilakukan usai Meilanie membuat laporan.
“Alhamdulillah kami sudah amankan pelakunya setelah dari korban membuat laporan,” singkat Kusumo dalam keterangannya pada Minggu 22 Juni 2025 kemarin.
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH





