Beras Biasa Dijual Premium, Bareskrim Periksa 4 Produsen Beras

Jakarta. Suararadarcakrabuana.com  – Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa empat produsen dan distributor beras yang diduga melanggar mutu dan takaran. Pemeriksaan telah dilakukan pada Kamis, 10 Juli 2025 lalu dan berlanjut Senin, 14 Juli 2025.

“Ada (pemeriksaan lagi),” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Helfi Assegaf saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Senin siang.

Sebelumnya, keempat perusahaan diperiksa berdasarkan sampel beras kemasan dari berbagai daerah yang sebelumnya dikumpulkan oleh Satgas Pangan Polri.

Keempat perusahaan itu yakni yakni Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestati (Japfa Group).

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/produksi-naik-11-namun-harga-beras-dipasaran-melejit/

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Bareskrim telah memanggil 10 perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran dalam distribusi dan pengemasan.

Langkah ini dilakukan menyusul temuan mengejutkan dari hasil investigasi lintas lembaga terhadap 268 merek beras yang beredar di pasar.

“Bayangkan, 86 persen tidak sesuai dengan standar. Hari ini, pemanggilannya sudah dilayangkan, yang pertama ada 10 yang terbesar dipanggil dan kami sudah terima serta lihat tembusan panggilannya,” kata Amran keterangannya, Rabu, 2 Juli 2025.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kementan-temukan-beras-oplosan-marak-dijual-di-pasar/

Amran menegaskan, langkah tegas ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Menurut dia, nama-nama perusahaan pelaku pelanggaran belum diumumkan oleh Kementerian Pertanian karena menunggu proses resmi dari pihak kepolisian.

“Agar barang bukti tidak dihilangkan dan nanti pasti diumumkan. Semua terumumkan secara otomatis kalau sudah dipanggil oleh penegak hukum,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian beras yang beredar di pasar tidak hanya dari sisi mutu dan harga, tetapi juga dari sisi berat.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/13-daftar-merek-beras-yang-diduga-oplosan/

“Sudah ada videonya, ada tokonya, lengkap. Kita periksa hasil lab dari 13 laboratorium di 10 provinsi. Katakanlah ini untuk 5 kilo, tapi isinya 4,5 kilo. Ada juga yang kualitasnya beras biasa tapi dijual sebagai premium,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!