Konflik Gubernur Dan Wagub Babel, Warga Babel Kecewa

PANGKALPINANG, Suararadarcakrabuana.com – Warga Bangka Belitung merasa muak dan kecewa atas kabar retaknya hubungan Gubernur Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana yang mencuat ke publik.

Realisasi pembangunan daerah dinilai lebih penting ketimbang mempertontonkan konflik yang berasal dari ranah internal birokrasi.

Irianto Tahor, warga Gabek, Pangkalpinang, mengatakan bahwa kabar retaknya hubungan gubernur dan wakil gubernur telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

“Melihat kondisi ini kami merasa muak dan jengkel. Masyarakat kecewa karena mereka mempermasalahkan fungsi masing-masing,” kata Irianto di Pangkalpinang.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/tkw-ilegal-asal-cirebon-tewas-di-malaysia-kdm-beri-peringatan/

Mantan anggota DPRD Pangkalpinang ini mengimbau gubernur dan wakil gubernur segera bertemu untuk membahas permasalahan mereka.

“Ada Sekda yang seharusnya bisa menengahi, mereka bertemu dan segera fokus pada program pembangunan,” ujar Irianto.

Irianto menilai, gubernur dan wakil gubernur terkesan mempertahankan ego masing-masing.

“Kita harus akui juga gubernur sebagai atasan, tetapi wakil gubernur memiliki fungsi juga yang sama-sama dipilih saat pilkada,” ucap Irianto.

Dia mengingatkan agar kepala daerah tidak berlarut-larut dalam permasalahan birokrasi karena kondisi Bangka Belitung yang defisit anggaran.

“Segera fokus dalam meningkatkan penghasilan daerah. Kemarin kasus timah banyak yang disita, bagaimana itu diperjuangkan untuk dikembalikan minimal 20 persen kembali ke daerah,” beber Irianto.

Irianto mengajak kepala daerah agar menjaga harmoni kepemimpinan agar selaras dengan program pembangunan yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Ibarat alunan musik, harmoni harus dijaga. Kalau nadanya sumbang, tak enak didengar,” pesan Irianto.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prof-sutan-nasomal-minta-presiden-sidik-semua-menteri/

Di tempat terpisah, warga Kacang Pedang, Achmad Subari, mengaku kecewa dan merasa malu dengan kabar retaknya hubungan gubernur dan wakil gubernur.

“Tentunya merasa malu dan kecewa. Jangan mempertontonkan kebodohan pada masyarakat,” pesan Achmad.

Achmad mengatakan, duet gubernur dan wakil gubernur masih seumur jagung atau belum genap 100 hari. Seharusnya, kepala daerah tersebut fokus pada urusan pembangunan ekonomi di Bangka Belitung.

“Harapan kita, mereka bisa bekerja dengan baik, bukan saling publikasi permasalahan masing-masing. Apa yang harus dilakukan tak perlu diajarilah, mereka seharusnya sudah tahu,” ucap Achmad Subari.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/tp-pkk-subang-bersama-trijaya-motor-gelar-senam-sehat/

Hal senada juga disampaikan warga bernama Ujang Firman yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan.

Ujang mengaku ikut memilih saat pilkada gubernur dengan harapan adanya perbaikan ekonomi dan jaminan pendidikan bagi anak-anaknya.

“Bagaimana mereka mau mengurus rakyat kalau yang dipersoalkan fungsi dan wewenang mereka sendiri. Harapan kami, mereka akur kembali, urus pembangunan Bangka Belitung ini, banyak jalan rusak, RSUD juga bermasalah, segera benahi,” harap Ujang.

Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!