Cirebon.Suararadarcakrabuana.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tertibkan pengemis di kawasan makam Sunang Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Mereka pun akan bersiaga di kawasan makam agar pengemis tidak masuk.
Kabid Tibumtranmas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon Soko Guruning Gemi menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu mereka melakukan penyisiran dan mengamankan lima orang pengemis yang tengah beraktivitas meminta uang di kompleks wisata religi, makam Sunan Gunung Jati.
Penyisiran itu bekerja sama dengan Polres Cirebon Kota (Ciko), Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub). Kelima pengemis langsung diamankan dan dilakukan pembinaan. “Kegiatan tersebut kami lakukan agar citra makam Sunan Gunungjati menjadi lebih baik,” tutur Soko, Jumat, 1 Agustus 2025.
Selama ini, lanjut Soko, kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati dan keluarganya di Gunung Sembung tersebut sudah menjadi lokasi pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT).
Merekalah yang selama ini sering kali memaksa peziarah untuk memberikan uang. Ke depannya, kawasan tersebut akan dijaga.
“Anggota kami akan disiagakan di lokasi tersebut,” tutur Soko. Untuk pengamanan, pihaknya pun akan melibatkan kepolisian dan Kodim.

Disiagakannya anggota Satpol PP di kompleks pemakaman tersebut dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut.
“Kami ingin pengunjung nyaman berada di salah satu wisata religi tujuan wisatawan ini. Jangan sampai image rusak gara-gara pengemis,” tutur Soko.
Untuk itu, penjagaan akan diperketat, baik di pintu masuk kawasan wisata maupun di komplek Makam Sunan Gunung Jati. Petugas akan langsung menindak jika ada pengemis di area itu.
Pihaknya juga, lanjut Soko akan berkoordinasi dengan pihak keraton sebagai pemilik makam terkait adanya penertiban pengemis, gelandangan maupun orang terlantar di wilayah wisata religi Makam Sunan Gunung Jati tersebut.
Sebagai peringatan, Satpol PP Kabupaten Cirebon juga akan membentangkan spanduk sebagai pemberitahuan larangan mengemis dan meminta-minta di komplek wisata religi kawasan Makam Sunan Gunung Jati tersebut.
Selama ini, pengunjung yang melakukan ziarah di makam Sunan Gunung Jati selalu mengeluhkan keberadaan pengemis yang meminta uang dengan paksa.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/suara-radar-cakrabuana-membuka-peluang-berkarya/
“Tidak hanya orang yang mau ziarah, saya yang sedang liputan juga dimintain uang oleh mereka,” tutur Dwi, seorang wartawan media online di Cirebon.
Dwi mengisahkan saat hendak masuk meliput dirinya sudah dihadang sejumlah orang dewasa untuk memasukkan uang di kotak kencleng yang mereka siapkan. “Tapi saya tidak diadang, kalau pengunjung lainnya diadang,” tutur Dwi.
Hal yang sama juga dialami RS, jurnalis. Ia diminta memasukkan uang ke kotak (kencleng). “Tapi saya cuek aja, langsung masuk,” tutur RS.
Setelah meliput, bukan lagi orang dewasa yang meminta, namun anak-anak kecil yang terus membuntuti orang minta uang.

Keluhan yang sama juga dialami pengunjung lainnya yang videonya sempat viral. Bahkan beberapa waktu lalu viral video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pria yang meminta uang kepada orang-orang yang berziarah.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/riwayat-ki-gedeng-tapa-mertua-prabu-siliwangi/
Satu per satu, peziarah yang hendak masuk diadang dan “dipaksa” mengeluarkan uang untuk kemudian dimasukkan ke kotak yang sudah disiapkan. Sekali pun meminta seikhlasnya, namun para peziarah diadang alias tidak boleh masuk sebelum mengeluarkan uang.
Peziarah yang didominasi para ibu dan lansia diminta menyerahkan sejumlah uang agar bisa segera masuk.
“Benar-benar nggak boleh masuk kalau nggak ngasih uang, dan keluarnya pun diminta (uang) lagi,” tulis keterangan unggahan pada Kamis, 21 November 2024.
Saat keluar dari makam, gantian pengemis yang “mengejar” mereka dan belum berhenti membututi peziarah sebelum diberi uang.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Ahmad Umar, juga mengakui keberadaan peminta-minta di kawasan makam Sunan Gunungjati memang mengganggu pengunjung yang berziarah.
Banyak pengunjung yang mengeluhkan keberadaan mereka karena seringkali meminta secara paksa. Dengan tindakan tegas yang dilakukan saat ini, Ahmad berharap bisa mengatasi keberadaan pengemis yang ada di kompleks pemakaman tersebut.
“Bukannya kami tidak pernah berusaha, kami selalu berusaha, termasuk dengan cara yang cukup keras, tapi ya mereka melawan,” tutur Ahmad.
Ahmad pun mengungkapkan bahwa pengemis yang ada di pemakaman Sunan Gunung Jati beberapa di antaranya bekerja. “Ada yang kerjanya pagi sampai siang, tapi pendapatannya pas-pasan, jadi malamnya ke makam.
Ada juga sejumlah lansia yang di rumahnya tidak mengerjakan apa-apa dan juga tidak diurus oleh keluarganya, akhirnya menjadi pengemis di makam Sunan Gunung Jati dan mereka pulang seminggu sekali.
Redaksi ; RS,SH




