Bandung. Suararadarcakrabuana.com – Polda Jabar menggelar Operasi Zebra lodaya 2025 di berbagai lokasi selama dua pekan. Operasi Zebra Lodaya digelar mulai Senin (17/11/2025) sampai dengan Minggu (30/11/2025).
Tujuan dari Operasi Zebra Lodaya 2025 ini adalah menurunkan angka pelanggaran, angka kecelakaan, dan meningkatkan ketertiban serta ketaatan dalam berkendara.
Pada operasi kali ini, Polda jabar menggabungkan sistem electronic traffice law enforcement (ETLE) sebanyak 95 persen dan tilang manual sebanyak lima persen.
Dilansir dari Instagram @rtmcpoldajabar, ada 11 lokasi yang menjadi tempat berlangsungnya Operasi Zebra Lodaya
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/rapat-polri-di-dpr-singgung-demo-damkar-dan-abuse-of-power/
Berikut adalah daftar 11 lokasi zebra lodaya 2025
1. Jalan arteri dan jalan tol
2. Daerah rawan kecelakaan, pelanggaran, dan macet
3. Jalur kawasan tertib lalu lintas
4. Terminal bus
5. Kawasan rawan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas
6. Kawasan perbelanjaan, perkomplekan, wisata, dan hiburan
7. Tempat pusat perbelanjaan, pasar, dan mall
8. Pertokoan atau komplek perumahan (kantor siaran radio)
9. Tempat berkumpul komunitas otomotif roda dua maupun roda empat
10. Tempat reparasi pencurian motor
11. Perusahaan dan pabrik
Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/3-titik-target-operasi-zebra-lodaya-2025-di-kabupaten-cirebon/
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan operasi zebra Lodaya 2025 ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum dan polres jajaran.
Menurut Kapolda Jabar Secara khusus operasi ini melibatkan 20.088 personil dan dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu Lintas (Kamseltibcar pantas) menjelang hari raya Natal tahun 2025.
“Sebanyak 2.088 personel dilibatkan, terdiri dari 520 personel Satgas Polda Jabar dan 1.568 personel Satgas rees jajaran,” ujarnya.
Kapolda Jabar menambahkan, target utama operasi ini ialah berkurangnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan pelanggaran lalu lintas, serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Sasaran operasi, meliputi segala bentuk potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), dan gangguan nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini juga mengedepankan kegiatan di bidang Harkamtibmas Lantas dengan perpaduan strategi Preemtif (40 persen), Preventif (40 persen), dan Represif (20 persen) yang humanis.
Baca juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/operasi-zebra-2025-diterapkan-sistem-hunting-tak-satu-lokasi/
Untuk tindakan represif (penindakan), Kapolda Jabar menekankan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95 persen dan hanya 5 persen penindakan manual.
“Personel yang bertugas di lapangan kami minta untuk selalu mengutamakan keselamatan, melaksanakan edukasi tertib berlalu lintas, dan menghindari tindakan kontraproduktif serta sikap arogan, sehingga kehadiran Polantas dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Kapolda Jabar berharap seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan baik demi terwujudnya Kamseltibcar lantas yang aman dan kondusif.
Operasi ini mencakup seluruh wilayah hukum Polda Jabar, baik pada ruas jalan tol maupun jalan arteri yang menjadi tanggung jawab fungsi Lalu Lintas Polri.
Redaksi Wonk Alit




