Cirebon. Suararadarcakrabuana.com – Banjir yang sempat mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini sudah mulai surut, memberi napas lega bagi warga terdampak.
BPBD Kabupaten Cirebon memastikan genangan air di sebagian besar lokasi telah turun signifikan berdasarkan pembaruan data hingga Senin, 15 Desember 2025, pukul 10.50 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, menyebut kondisi banjir secara umum sudah terkendali di mayoritas titik terdampak.
Meski demikian, asesmen terbaru menunjukkan masih ada beberapa wilayah yang tergenang, salah satunya Desa Wanakaya dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 40 sentimeter.
Genangan juga masih terpantau di Desa Panguragan dan Panguragan Wetan, yang merendam kawasan permukiman warga. Tim Pusdalops BPBD bersama unsur terkait hingga kini masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan asesmen lanjutan.
Hadi Eko menjelaskan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Curah hujan tersebut menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai meluap, di antaranya Sungai Winong, Pulasaren, dan Siuntuk. Luapan sungai berdampak langsung ke kawasan hilir seperti Kecamatan Gunungjati, Plumbon, dan Panguragan, sehingga air masuk ke permukiman warga.
BPBD mencatat banjir melanda 26 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Sebanyak 9.731 jiwa dari 3.864 kepala keluarga terdampak, dengan 45 orang sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tak hanya itu, 2.816 unit rumah dilaporkan terendam akibat banjir. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan area usaha warga ikut terdampak, meski sebagian besar sudah kembali berfungsi seiring surutnya air.
Dalam penanganan darurat, BPBD bersama tim gabungan melakukan penyisiran wilayah serta mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan kebutuhan dasar seperti selimut dan logistik juga telah disalurkan kepada warga terdampak dan pengungsi.
Ia mengaku telah menerima laporan dari sejumlah desa dan memastikan pemerintah daerah terus melakukan antisipasi.
Imron juga memerintahkan Dinas Sosial dan instansi terkait untuk segera mendata korban banjir agar bantuan bisa segera disalurkan.
Selain itu, Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan BBWS guna menangani pendangkalan sungai sebagai langkah pencegahan bencana berulang.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras membuat 20 desa di 10 kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 1,5 meter di beberapa titik. Salah satu lokasi terparah berada di kawasan perumahan Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun.
Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, mengatakan petugas langsung turun ke lapangan untuk mengevakuasi warga begitu laporan diterima. Dengan perahu karet, petugas mengevakuasi warga dan lansia dari permukiman yang masih tergenang tinggi.
Samsul menyebut banjir ini merupakan bencana hidrometeorologi akibat hujan deras yang terjadi secara mendadak sejak sore hingga dini hari.
Puluhan desa terdampak tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Plered, Weru, Gunungjati, Ciwaringin, hingga Arjawinangun. Wilayah lain yang ikut terendam meliputi Kecamatan Gempol, Klangenan, Panguragan, dan Depok.
Secara keseluruhan, banjir mengakibatkan 199 rumah terendam, 255 kepala keluarga terdampak, dan 761 jiwa merasakan dampaknya.
Samsul menambahkan, hingga saat ini pengungsian hanya terjadi di Desa Jungjang Wetan dan jumlahnya relatif sedikit, seraya berharap banjir segera surut sepenuhnya.
Wonk Alit





