PKL Kalibaru Selatan Kota Cirebon Pilih Bongkar Lapak Sendiri

Cirebon. Suararadarcakrabuana.com ,- Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kalibaru Selatan, Kota Cirebon, mulai melakukan pembongkaran lapak secara mandiri, Sabtu (13/12/2025).

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas rencana penertiban yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Cirebon.

Pantauan About Cirebon di lokasi, para pedagang tampak membongkar bangunan lapak mereka, mulai dari atap hingga material bangunan yang masih bisa digunakan kembali. Pembongkaran dilakukan secara bertahap untuk mengamankan barang dagangan dan peralatan usaha.

Pembongkaran mandiri ini merujuk pada surat pemberitahuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon tertanggal 12 Desember 2025.

Dalam surat tersebut, Pemkot Cirebon menyampaikan rencana penertiban lapak PKL di kawasan Jalan Sukalila Utara dan Selatan, serta Jalan Kalibaru Utara dan Selatan, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025.

Melalui surat tersebut, para pemilik lapak diminta untuk mengosongkan area dari barang-barang apa pun. Seluruh kawasan yang akan ditertibkan harus sudah dalam kondisi kosong paling lambat Minggu, 14 Desember 2025.

Salah satu PKL, Andi, warga Kota Cirebon mengatakan pembongkaran mandiri dilakukan setelah adanya informasi langsung dari pemerintah agar lapak dibongkar sendiri sebelum dilakukan penertiban.

“Pembongkaran ini memang diinfokan dari pemerintah supaya dibongkar sendiri. Kalau dibilang menolak, ya sedikit, karena sampai sekarang belum ada tempat untuk pindah,” ujar Andi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dua-kecamatan-terendam-banjir-dampak-diguyur-hujan-deras/

Ia mengaku telah berjualan sembako di lokasi tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Untuk sementara, ia memilih membongkar lapaknya agar material bangunan masih bisa digunakan kembali.

“Kalau pindah ke mana, saya juga belum tahu. Belum dapat tempatnya. Jadi sementara dibongkar dulu saja,” katanya.

Andi menyatakan pada prinsipnya mendukung jika kawasan tersebut akan dijadikan taman kota. Namun, ia berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi relokasi yang layak dan strategis bagi para pedagang.

“Kalau memang untuk taman kota dan ditata dengan baik, saya mendukung. Tapi harapannya, kami juga diberi tempat yang layak untuk berjualan,” ucapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polisi-buru-reza-pemasok-narkoba-ke-napi-lapas-cirebon/

Terkait tawaran relokasi ke Pusat Grosir Cirebon (PGC), Andi menilai lokasi tersebut kurang sesuai untuk usaha sembako yang dijalaninya.

“Kalau jualan sembako di ruko-ruko seperti di PGC, peminatnya kurang. Konsumennya tidak ada. Mungkin kalau pedagang figura masih masuk, tapi kalau sembako menurut saya kurang cocok,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!