CIREBON, Suararadarcakrabuana.com – Wakil Bupati Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyebut pembukaan lahan yang tidak bertanggung jawab di wilayah hulu menjadi faktor pertama penyebab terjadinya banjir yang cukup masif di Kabupaten Cirebon.
Pemda terus mengevaluasi serta melakukan penanganan untuk mencegah banjir serupa kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.
Kerusakan kawasan hutan serta penebangan pohon tanpa pengelolaan lingkungan yang memadai, telah menurunkan daya dukung lahan dan mempercepat limpasan air ke wilayah pemukiman.
“Secara global, penyebab banjir yang cukup massif ada 4 faktor, pertama, yang di hulu, disebabkan banyak dibukanya lahan, dan tentu ada yang tidak bertanggung jawab terkait dengan penebangan pohon atau hutan,” kata Agus saat memberi pidato dalam seremonial penanaman pohon bersama di Sumber, pada Rabu (7/1/2025) siang.
Selain kerusakan di hulu, faktor kedua, kata Agus adalah banyaknya sampah di sungai. Banyak sampah yang menyumbat di sepanjang aliran sungai, mengindikasikan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Perilaku serta kepedulian menjaga sungai tetap baik, bukan hanya menjadi tugas pemerintah melainkan masyarakat luas.
Ketiga, banyaknya tanah dan lumpur yang terbawa dari hulu ke hilir setiap kali hujan deras. Kondisi ini memperparah sedimentasi dan menyebabkan pendangkalan. Akibatnya, sungai tak lagi menampung derasnya debit air yang begitu kencang, luas, dan masif.
Di saat yang sama, Agus menyebut, dalam beberapa waktu ini, sebagian wilayah hilir, yakni pesisir Pantura sedang mengalami kondisi air laut pasang. Aliran air dari daratan ke laut menjadi lambat dan tidak maksimal, sehingga genangan meluas dan bertahan lebih lama di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon yang berdekatan dengan pesisir.
Pemerintah daerah mengaku tidak bisa menyelesaikan banjir yang cukup kompleks secara sektoral, melainkan butuh kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, swasta hingga masyarakat luas.
Baca juga: Kepanikan Saat Banjir Cirebon Datang, Elisa Lompat Jendela, Terdengar Teriakan Warga
Sebagai langkah konkret, Pemda Cirebon bersama Forkopimda dan juga pihak swasta melakukan penanaman pohon bersama di tanah Pemda Cirebon yang masuk wilayah PT ASP Land, pada Rabu (7/1/2026) siang. Mereka menanam pohon di atas lahan 4.500 meter.
Penanaman ini berupaya mendorong pemulihan fungsi lingkungan di lahan-lahan kritis, khususnya di dataran tinggi. Penanaman dilakukan di atas aset lahan milik pemerintah daerah sebagai bagian dari optimalisasi fungsi ekologis.
Jenis pohon yang ditanam dipilih karena memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air, sehingga dapat meningkatkan daya resap tanah dan menjaga ketersediaan sumber daya air.
Namun, saat ditanya media, Agus belum memberi rincian informasi titik bagian hulu mana yang terjadi penggundulan. Dirinya merasa perlu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan yang tepat.
Sebelumnya diberitakan, BPBD Kabupaten Cirebon Jawa Barat merilis data dampak bencana banjir pada Rabu (24/12/2025) petang kemarin.
Banjir merendam 24 Desa yang tersebar di 9 Kecamatan, antara lain Kecamatan Sumber, Depok, Plumbon, Weru, Gunung Jati, Talun, Tengah Tani, Kedawung, dan Mundu. Tim BPBD tidak menulis berapa jumlah warga yang terdampak pasca banjir tersebut berlangsung.
Wonk Alit




