Jakarta.Suararadarcakrabuana.com – Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya untuk setia kepada bangsa dan rakyat, bukan kepadanya.
Prabowo mengatakan, program kerakyatan yang ia usung dapat terlaksana sejauh ini karena bantuan dan dukungan para menteri, termasuk program 3 juta rumah subsidi.
“Saya terima kasih sekali lagi, saya didukung menteri-menteri yang setia kepada bangsa dan rakyat. Saya minta ke mereka, jangan setia kepada Prabowo,” kata Prabowo dalam acara akad massal 50.300 unit rumah subsidi di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten.
Kepala Negara menekankan, dirinya bisa datang dan bisa pergi sehingga kesetiaan yang ditujukan kepadanya bisa berakhir. Sementara, kesetiaan kepada Indonesia, termasuk masyarakat di dalamnya, harus terus dipupuk dan tumbuh.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-heran-seskab-teddy-selalu-disambut-meriah/
“Prabowo datang, Prabowo bisa pergi. Prabowo manusia. Setia kepada Republik, setia kepada rakyat!” ucap Prabowo.
Preside Prabowo, tegaskan kesetiaan terhadsap bangsa dan rakyat menjadi tonggak penting menciptakan pemerintahan yang bersih dan antikorupsi. Ia lantas mengingat pesan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, sekitar satu bulan sebelum Sumitro meninggal dunia.
“Dia hanya kasih satu pesan kepada saya. Dia sudah di kursi roda, mungkin dia merasa akan dipanggil Tuhan. Dia mengatakan, Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingat, selalu berpihak kepada rakyatmu.’ Itu pesan beliau,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku pesan tersebut ia tanamkan dalam-dalam saat memimpin negara, termasuk dengan menginstruksikan para menteri untuk mendahulukan kepentingan negara.
“Tanya menteri-menteri, kalau dihadapkan dengan keputusan cara bertindak A atau B atau C, saya selalu tanya: mana yang menguntungkan rakyat kecil? Kalau yang A, ya A jalankan. Kalau B, ya B. Kalau C, ya C. Karena pendapat saya kira-kira sama dengan ayah saya,” Ungkapnya
Presiden Prabowo menekankan, negara juga harus membela rakyat yang paling lemah, rakyat yang tidak berdaya dan bergantung sepenuhnya kepada negara.
“Kalau orang yang kuat, ya dia sudah kuat, sudah dia tahan banting, silakan. Tapi yang paling lemah, ini yang harus kita bela, ini yang harus kita berdayakan. Kalau yang paling lemah ini berdaya, ya dia akan hidupkan seluruh ekonomi,” Pungkasnya.
Wonk Alit




