CIREBON, Suararadarcakrabuana.com .- Kerusakan parah jalan poros yang menghubungkan Babakan–Sumber Lor, Kudumulya–Kudukeras, hingga Kudukeras–Pakusamben di Kecamatan Babakan terus dikeluhkan warga.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur saat hujan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jaya, salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi ruas jalan tersebut sudah jauh dari kata layak. Lapisan aspal hampir tidak terlihat karena terkikis, menyisakan batu kerikil dan permukaan tanah yang tidak rata.
“Kalau hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. Sudah banyak pengendara motor yang terjatuh karena kondisi jalan sangat rusak,” ujarnya, Rabu (10/6).
Baca Juga :https://www.suararadarcakrabuana.com/para-petani-tumpahkan-tebu-di-depan-pabrik-gula-gmm/
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat di Desa Babakan, Kudumulya, Kudukeras, dan Sumber Lor. Selain digunakan menuju pusat kecamatan, pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan, jalur itu juga menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian warga.
“Setiap hari jalan ini dilalui masyarakat dan petani. Kerusakannya sangat mengganggu aktivitas serta berdampak pada perekonomian warga,” katanya.
Kuwu Kudumulya, Deden, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan sebenarnya telah diajukan sejak 2024 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa maupun kecamatan. Usulan serupa kembali diajukan pada 2025 dan diperkuat melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Cirebon.
“Usulan sudah kami sampaikan sejak dua tahun lalu. Informasi yang kami terima, perbaikannya masih menunggu antrean karena banyaknya kebutuhan pembangunan dan keterbatasan anggaran daerah,” ujarnya.
Sambil menunggu realisasi pembangunan, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan penanganan sementara secara swadaya dengan menimbun sejumlah titik kerusakan menggunakan material sisa bangunan.
Baca Juga :https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-soroti-darurat-sampah-percepat-pembangunan-tppas/
Namun langkah tersebut dinilai belum mampu menjadi solusi jangka panjang. Pasalnya, kerusakan kembali muncul setiap kali hujan turun sehingga dibutuhkan penanganan permanen melalui pengerasan hotmix atau betonisasi.
Deden menjelaskan, sebagian ruas jalan memang sempat mendapat perbaikan. Namun pekerjaan tersebut belum menyentuh seluruh jalur dan masih menyisakan sekitar 300 hingga 400 meter ruas jalan yang kondisinya paling parah.
“Justru bagian yang belum diperbaiki menjadi titik paling rawan. Kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti agar tidak menimbulkan kecelakaan maupun kerugian ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera melakukan peninjauan lapangan dan mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki ruas jalan tersebut secara menyeluruh.
Perbaikan dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas warga, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Wonk Alit/SRC




