Sendratari Sangkala Nyi Mas Gandasari, Perkenalkan Sejarah Cirebon

Cirebon. Suararadarcakrabuana.com – Pementasan sendratari musikal Sangkala Nyi Mas Gandasari yang akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu, 14 Juni 2026, menjadi salah satu agenda unggulan Hari Jadi Cirebon ke-599 untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi pariwisata Cirebon kepada masyarakat nasional.

Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan yang disiapkan Pemerintah Kota Cirebon melalui kolaborasi berbagai pihak dalam upaya memperluas promosi daerah di luar wilayah Cirebon.

Pementasan ini mengangkat kisah perjalanan hidup Nyi Mas Ratu Ayu Gandasari, tokoh perempuan dalam sejarah Cirebon yang dikenal sebagai putri Kerajaan Pasai yang dititipkan kepada Pangeran Cakrabuana akibat wabah yang melanda daerah asalnya.

Dalam perjalanannya, Nyi Mas Ratu Ayu Gandasari kemudian menjadi anak angkat Pangeran Cakrabuana sekaligus murid kesayangan Sunan Gunung Jati yang berperan dalam perkembangan peradaban Islam di Cirebon.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kota-cirebon-raih-penghargaan-kota-terbaik-dari-kemendagri/

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengatakan pementasan tersebut sengaja dilaksanakan di Jakarta sebagai langkah memperkenalkan Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas. Ia mengatakan, ingin meningkatkan awareness masyarakat luar Cirebon tentang Cirebon.

“Setidaknya melalui Sendra Tari Mas Gandasari ini ada beberapa hal yang menjadi bagian dari literasi terkait kekayaan seni budaya dan sejarah.” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Agus, penyelenggaraan pertunjukan di ibu kota memiliki sejumlah tujuan strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga mendukung promosi daerah. Melalui kisah yang diangkat dalam pertunjukan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah, tradisi, serta nilai-nilai budaya yang dimiliki Cirebon.

Sendratari musikal Sangkala Nyimas Gandasari dirancang sebagai pertunjukan kontemporer yang memadukan gerak tari, musik, tata cahaya, dan teknologi panggung modern tanpa meninggalkan unsur tradisi yang menjadi identitas budaya Cirebon.

Pertunjukan tersebut disutradarai Denny Malik dengan aransemen musik garapan Marthin Tupanno serta melibatkan sejumlah seniman dan artis nasional untuk memperkuat daya tarik pementasan.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-dorong-pelestarian-rumah-tradisional-di-sumedang/

Berdasarkan catatan Babad Cirebon, Nyimas Gandasari merupakan salah satu tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa pada abad ke-15, khususnya pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati di Kesultanan Cirebon.

Nilai kepahlawanan, perjuangan, dan kearifan lokal yang melekat pada sosok tersebut menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan ini.

Agus menilai seni pertunjukan menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya dan pariwisata. Ia mengatakan, perayaan hari jadi tidak hanya diselenggarakan di Kota Cirebon.

“Karena kita ingin meningkatkan awareness masyarakat luar Cirebon tentang Cirebon, ucap dia.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pimred-media-src-ucapkan-selamat-dilantiknya-kapolda-jabar/

Selain menjadi sarana literasi budaya dan sejarah, pementasan tersebut juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Kota Cirebon dan mengenal lebih dekat berbagai destinasi wisata budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Pemerintah Kota Cirebon pun berharap kegiatan ini dapat memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sejarah Islam di Indonesia.

 

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!