KDM Sebut Mayoritas Begal Yang Ditangkap Dari Luar Daerah

BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, mayoritas jaringan pelaku pembegalan yang berhasil diringkus oleh pihak kepolisian di Jawa Barat justru didominasi oleh pelaku yang berasal dari luar daerah.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi saat meninjau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung,  (30/7/2026).

“Jaringan begal itu kan kebanyakan, mohon maaf ya menyebut daerah, itu kan Lampung ya yang tertangkap,” ujar Dedi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Bukan Cermin Warga Dedi menegaskan, data tersebut menunjukkan bahwa berbagai aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat Jawa Barat belakangan ini tidak serta-merta merepresentasikan tabiat warga lokal. Sebaliknya, wilayah Jawa Barat kerap menjadi sasaran empuk dari sindikat kejahatan lintas provinsi.

” Artinya, bahwa kejahatan itu tidak melulu dilakukan oleh warga Jabar, tetapi banyak orang luar warga Jabar merupakan jaringan dari sebuah kejahatan yang beroperasi di Jabar,” tutur dia.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/hasil-sidak-pabrik-kapur-dan-solusi-selsaikan-masalah-menahun/

Kendati demikian, Dedi memastikan situasi keamanan di Jawa Barat saat ini berangsur-angsur membaik. Berdasarkan koordinasi intensif yang dilakukannya dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, tren kasus pembegalan diklaim mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Dari sisi grafik, saya tanya ke Pak Kapolda tadi, grafik pembegalannya, kejahatannya sudah makin turun,” kata Dedi.

Tekan Kriminalitas Guna menekan angka kriminalitas hingga ke titik nadir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya mengandalkan pergerakan aparat, melainkan juga memicu partisipasi aktif dari masyarakat.

Sebelumnya, Dedi sempat menelurkan kebijakan menggelar sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berhasil mencokok pelaku kejahatan.

Tidak tanggung-tanggung, insentif yang disiapkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta bagi siapa saja yang mampu melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, hingga perampok, dengan catatan terduga pelaku harus diserahkan ke polisi dalam kondisi bernyawa.

“Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” tulis Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-letakkan-batu-pertama-pabrik-alat-berat-elektrik-karawang/

Koordinasi Antar-Polda Di sisi lain, Dedi memastikan gerak cepat pemberantasan kejahatan jalanan ini akan diperkuat melalui kolaborasi antar-Polda. Pihaknya kini tengah merajut koordinasi simultan bersama Polda Jabar dan Polda Metro Jaya, mengingat beberapa wilayah urban Jabar berbatasan langsung dengan Jakarta.

Ia pun meminta aparat penegak hukum serta unsur pengamanan daerah untuk mempertebal patroli malam di titik-titik rawan secara berkala.

“Siaga menghadapi begal. Kami terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kami juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” ucapnya.

Ia juga menginstruksikan agar seluruh instansi pendukung ikut melek di jam-jam rawan demi mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.

“Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu,” ujar Dedi.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!