AI Connect Academy, Kolaborasi Latih ASN

Jakarta Pusat, Suararadarcakrabuana.com – Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di sektor publik harus lebih strategis, tidak hanya sekadar layanan administratif atau chatbot.

Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mampu mengembangkan solusi strategis berbasis AI yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Riset menunjukkan pemanfaatan AI di sektor publik di kawasan ASEAN masih didominasi oleh pekerjaan administratif dan chatbot. Kita tidak boleh berhenti di sana. Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta digital yang bisa memanfaatkan AI untuk fungsi strategis,” ujar Staf Ahli Menteri Komdigi Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Raden Wijaya Kusuma saat membuka pelatihan AI Connect Academy secara virtual dari Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/mensesneg-bantah-presiden-kirim-supres-penggantian-kapolri/

Program AI Connect Academy merupakan bagian dari kolaborasi Komdigi dan Google melalui inisiatif Bangkit Bersama AI.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kecakapan digital ASN agar adaptif dan inovatif dalam transformasi digital pemerintahan.

Menurut Wijaya, hal ini selaras dengan target Indonesia memiliki 12 juta talenta digital pada 2030, sementara BPS mencatat tahun 2023 baru tersedia sekitar 1,1 juta atau 0,81 persen dari total tenaga kerja, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang lebih masif di dalam ekosistem.

“Untuk itu ASN harus mampu menjadi motor penggerak, yang terdepan dan terampil dalam kecakapan digital, sehingga bisa memimpin transformasi digital Indonesia,” tegasnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kemenkomdigi-lantik-16-pejabat-fungsional/

Kementerian Komdigi juga menyiapkan peta jalan AI nasional yang akan memprioritaskan penerapan AI di sektor publik, termasuk sistem perlindungan sosial.

Teknologi AI diharapkan dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial dan menghadirkan layanan publik yang terpadu serta responsif.

“Dengan AI, kerja pemerintah bisa lebih produktif, efisien, sekaligus meningkatkan pengalaman layanan publik yang memperkuat kepercayaan masyarakat,” ungkap Wijaya.

Kementerian Komdigi berharap AI Connect Academy dapat menjadi contoh praktik terbaik bagi kementerian dan lembaga lain.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-pimpin-ratas-program-penciptaan-lapangan-kerja/

“Gunakan kesempatan ini untuk melahirkan inovasi AI yang nyata dan bermanfaat bagi rakyat, bukan sekadar chatbot administratif,” harap Wijaya

 

Redsaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!