Polda Metro Jaya Dalami Oknum Terlibat Kasus Pabrik Narkoba

Jakarta. Suararadarcakrabuana.com  – Oknum anggota polisi ternyata terlibat dalam kasus pabrik narkoba rumahan atau clandestine laboratory jenis zenith di wilayah Mijen, Semarang, Jawa Tengah.

Sosok oknum polisi tersebut yaitu Bharaka Pradika Mei Dwi Angguz. Keterlibatan oknum anggota polisi dalam kasus narkoba itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

“Benar (anggota polisi terlibat),” kata Budi, Selasa (14/4/2026).

Budi menjelaskan, saat ini Polda Metro Jaya masih mendalani sejauh mana peran Bharaka Pradika dalam kasus pabrik narkoba tersebut.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pabrik-narkoba-zenix-di-semarang-di-gerebek-polisi/

“Masih didalami peran sertanya, mohon waktu ya,” ujar dia.

Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi soal peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat.

Lewat serangkaian penyelidikan dan pembuntutan, petugas awalnya menangkap seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 120 ribu butir Zenith.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat diwawancarai, Jumat (13/3/2026). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

“Berdasarkan keterangan awal, P diduga bertugas sebagai kurir di bawah kendali tersangka utama berinisial D yang mengoperasikan pabrik dari luar kota,” kata Budi, Selasa (14/4/2026).

Tim gabungan kemudian bergerak cepat menuju Semarang untuk melakukan pengejaran terhadap D.

Pada Kamis (9/4/2026), petugas berhasil meringkus tersangka D di kediamannya dan menemukan sebuah gudang yang disulap menjadi laboratorium produksi narkotika.

Di lokasi tersebut, polisi menyita 186 ribu butir tablet Zenith siap edar dan 1,83 ton bahan baku prekursor yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang.

“Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian,” ujar Kabid Humas.

Di TKP, polisi juga mengamankan mesin cetak otomatis dan mesin pengolah bahan yang digunakan untuk produksi massal. Polisi menyebut jaringan ini menyasar kelompok remaja dan pekerja sebagai target pasar utama. Keberadaan pabrik rumahan ini dinilai sangat berbahaya karena memiliki kapasitas produksi yang sangat besar dan terorganisir.

“Penyidik masih terus melakukan pengembangan di lapangan guna memburu sejumlah orang yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memastikan sindikat ini dibongkar hingga ke akarnya,” tutur Budi.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!