CIREBON, Suararadarcakrabuana.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Petralite dibeberapa SPBU di wilayah Cirebon baik Kota maupun Kabupaten.
Kelangkaan tersebut kini dirasakan oleh masyarakat Karena di sejumlah SPBU kehabisan stok Pertalite dan terpampang tulisan Petralite habis dalam proses pengiriman.
Walaupun ada masyarakat demi mendapatkan BBM jenis Petralite untuk aktivitas mereka rela menunggu antrean panjang di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari Pertalite yang masih tersedia.
Salah seorang pengendara sepeda motor mengeluh karen sudah mendatangi beberapa SPBU, namun seluruh SPBU yang ia datangi kehabisan stok semuanya.
“Saya sudah keliling ke beberapa SPBU BBM jenis Pertalite habis semua, terus saya cari ke SPBU lain, ada tapi harus ikut antre panjang. k itu pun yang masih ada stok cuma sedikit.” ujarnya.
Dampak dari kelangkaan Pertalite tersebut tidak hanya menyebabkan antrean panjang, juga berdampak menghambat aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk beraktivitas sehari-hari.
” Kami berharap distribusi Pertalite segera kembali normal agar pasokan di seluruh SPBU terpenuhi dan antrean panjang tidak terus terjadi, kalau tidak cepat teratasi aktivitas kami terhambat.” Pungkas, Ryan.
Menurut tanggapan ketua DPD PPRI Cirebon Raya, kelangkaan BBM jenis Petralite dampak dari kenaikan BBM jenis Pertamax, sehingga masyarakat ekonomi menengah migrasi ke BBM Jenis Petralite.
” Sejak kenaikkan BBM jenis Pertamax 92 yang cukup fantasti dari harga Rp12.300 per liter langsung naik Rp16.250 per liter, selang beberapa minggu naik lagi Rp17.000 perliter. walaupun baru baru ini turun kembali ke RP 16.250. per liter. untuk masyarakat masih merasa terbebani sehingg mereka beralih menyerbu ke BBM jenis Petralite.” ujarnya (/7/2026)
Wonk Alit/ SRC




