Polda Jabar Dukung Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi

BANDUNG,Suararadarcakrabuana.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto mendukung sayembara menangkap begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan hadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta. Menurut Pipit, sayembara itu bisa menjadi dorongan agar masyarakat lebih peduli menjaga keamanan lingkungan.

“Ya kita menyambut baik. Ini untuk bahwa Bapak Gubernur juga memiliki apa ya, keinginan memberikan motivasi kepada semua warga ya, untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung,(25/7/2026).

Menurut dia, yang ingin dibangun melalui sayembara tersebut bukan sekadar mengejar hadiah, tetapi menumbuhkan kepedulian masyarakat agar mau bertindak ketika melihat tindak kejahatan atau kejadian yang membutuhkan bantuan.

Pipit menegaskan, menjaga keamanan tetap menjadi tugas kepolisian.  Namun, peran masyarakat juga dibutuhkan untuk membantu menciptakan situasi yang aman.

“Karena pihak kepolisian ini kan menurut saya adalah tanggung jawab dan itu memang sudah tugasnya. Wajib melakukan penegakan hukum terhadap seperti begal,” tuturnya.

Baca juga :https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-gelar-sayembara-warga-tangkap-begal-rp5-50-juta/

Ia mengatakan, aksi begal sudah menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta kembali menghidupkan kegiatan siskamling di lingkungan masing-masing.

“Begal menjadi atensi bersama ya, menjadi konsentrasi bersama seluruh warga agar meningkatkan Siskamling ya. Tadi Bapak Gubernur menyampaikan berarti semua yang sedang tidak bekerja, langsung Siskamling,” kata Pipit.

Menurut dia, jika ada warga yang berhasil menangkap pelaku begal, pelaku tersebut harus segera diserahkan kepada polisi.

Setelah itu, polisi akan melaporkan kepada gubernur sebagai dasar pemberian hadiah. Meski begitu, Pipit mengingatkan masyarakat agar tidak menghakimi pelaku yang berhasil diamankan.

“Tentu saja kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Namun, pembelaan diri juga penting ya, pembelaan diri apabila melawan,” ucap dia.

Baca juga :https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-usul-aparat-bersenjata-disiagakan-di-titik-rawan/

Terkait perlengkapan untuk petugas siskamling, Pipit mengatakan, setiap daerah memiliki tingkat kerawanan yang berbeda. Dengan demikian, kebutuhan di setiap wilayah sebaiknya dibahas bersama kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

“Ya sesuai tingkat ancamannya. Kalau ancamannya di situ tidak terlalu berat, mungkin yang penting adalah ada nomor telepon aparat yang terdekat di situ ya,” ucap Pipit.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!