KDM Sebut Ratusan Pabrik Akan Berdiri di Surya Cipta Karawang

BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat langsung pembangunan kawasan industri Surya Cipta di Kabupaten Karawang, Kamis (13/8/2026). Kawasan tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Nantinya, ratusan pabrik akan berdiri dan beroperasi di kawasan industri tersebut. Menurut Dedi, bertambahnya pabrik akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terutama warga di sekitar kawasan Karawang.

“Area kawasan Surya Cipta masih dibangun. Nanti ada ratusan pabrik yang berdiri disini,” katanya dikutip dari Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi(14/8/2026).

Dedi Mulyadi mengatakan, pertumbuhan industri menjadi salah satu tanda meningkatnya investasi di Jawa Barat.

“Saat ini kami melihat investasi di jawa barat meningkat. Industri banyak berdiri dan menyerap ribuan tenaga kerja, salah satunya di kawasan Surya Cipta,” ujarnya.

Salah satu sektor industri yang berkembang di kawasan Surya Cipta adalah otomotif. Kehadiran industri tersebut dinilai membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan aplikasi Nyari Gawe.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-yakin-infrastruktur-jabar-picu-investasi-dan-lapangan-kerja/

“Rekrutmen melalui aplikasi Nyari Gawe meningkat,” tutur Dedi.

Investasi Rp 15,45 triliun serap 48.593 tenaga kerja Dedi juga memaparkan perkembangan sejumlah perusahaan yang telah masuk tahap produksi di Jawa Barat sepanjang 2026. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat hingga Juni 2026, terdapat 16 perusahaan yang telah masuk tahap produksi.

Total investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai Rp 15,45 triliun dengan penyerapan 48.593 tenaga kerja. Di Kabupaten Karawang, terdapat satu perusahaan, yakni Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang.

Nilai investasinya mencapai Rp 100 miliar dan menyerap 35 tenaga kerja. Sementara itu, di Kabupaten Purwakarta terdapat lima perusahaan dengan total investasi Rp 666,5 miliar dan menyerap 1.133 tenaga kerja.

Kelima perusahaan tersebut yakni Suri Tani Pemuka, Tekstil Bangkit Kembali, PT Handal Indonesia Motor (HIM), PT Aruna Hijau Power, dan PT Goday Food. Di Kabupaten Garut, PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) mencatat investasi Rp 933 miliar dan menyerap 3.755 tenaga kerja.

Kemudian, empat perusahaan di Kabupaten Subang mencatat total investasi Rp 13,24 triliun dan menyerap 34.708 tenaga kerja. Keempat perusahaan tersebut yakni PT BYD Auto Indonesia, PT Vinfast Automobile Indonesia, TKG TAEKWANG INDONESIA, dan Sanwa Musen Indonesia.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tawarkan-pekerjaan-buat-warga-terdampak-penataan/

Di Kabupaten Indramayu, PT Sun Bright Lestari mencatat investasi Rp 260 miliar dan menyerap 3.351 tenaga kerja.

Selanjutnya, dua perusahaan di Kabupaten Majalengka, yakni PT Multibrata Anugerah Utama dan PT Home Well Indonesia, mencatat total investasi Rp 96,4 miliar dan menyerap 2.458 tenaga kerja.

Di Kabupaten Sumedang, PT Garudafood Indonesia mencatat investasi Rp 125 miliar dan menyerap 2.014 tenaga kerja.

Sedangkan di Kabupaten Cirebon, TKG TAEKWANG CIREBON mencatat investasi Rp 36 miliar dan menyerap 1.139 tenaga kerja. Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 1,70 triliun dengan penyerapan 6.516 tenaga kerja. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 13,75 triliun dengan penyerapan 39.697 tenaga kerja.

“Nanti kami paparkan idustri-industri yang akan berdiri di Jawa Barat yang bisa menyerap banyak tenaga kerja,” kata Dedi.

Pengangguran turun, sawah tetap harus dijaga Dedi juga menyebut tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat mengalami penurunan. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka turun 0,1 persen atau berkurang sebanyak 17.211 orang.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/bpbd-kota-cirebon-kejar-kenaikan-status-tipologi/

“Lalu laju pertumbuhan ekonomi di daerah itu meningkat 0,79 persen daro 5,00 menjadi 5,79 persen,” terang Dedi.

Meski industri terus berkembang dan investasi masuk, Dedi menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lahan pertanian. Menurut dia, sawah di Jawa Barat harus tetap dipertahankan karena provinsi tersebut merupakan salah satu lumbung pangan nasional.

“Tetapi tetap petani harus ada sawah harus luas. Sawah tidak boleh berubah peruntukannya karena saya mencintai sawah dan petani,” pungkas Dedi.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!